Pada tahun 1941, ia mencoba menambah angkatan RAF di Timur Jauh untuk mendukung semua angkatan di bawah Far East Command. Namun sebelum serangan Jepang pada tanggal 8 Desember 1941, Timur Jauh diberikan prioritas rendah sehingga sedikit yang bisa dilakukan. Untuk mendukung stafnya yang amat sedikit di ambang perang. MarsMa Paul Copeland Maltby tiba dan bertugas sebagai wakil Pulford. Pulford diperintahkan menyelamatkan diri pada tanggal 5 Februari1942. 10 hari kemudian, Pulford dan rekan AL-nya LaksDaErnest John Spooner, merupakan orang-orang terakhir yang bertahan. Perahu bermotornya diserang dan dipaksa menuju pulau tak berpenghuni Cebia, terletak di utara Pulau Bangka (sekarang di Indonesia). Mereka yang selamat mencoba bertahan selama 2 bulan sebelum dipaksa menyerah kepada Jepang, tetapi Pulford dan Spooner telah meninggal akibat kelelahan dan malaria. Ketika Pulford tidak sampai Jawa, Paul Maltby mengambil alih komando RAF Far East Command, tetapi tertangkap dan menghabiskan masa perang di kamp konsentrasi Jepang.