Muhammad Bobby Afif Nasution[a][3][4] (lahir 5 Juli 1991)[5] adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Gubernur ke-19 Sumatera Utara sejak 2025. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota ke-18 Medan dari 2021 hingga 2025. Ia adalah menantu mantan Presiden Joko Widodo.
Setelah lulus, Bobby mulai bekerja di bidang properti pada tahun 2011. Ia mulai merenovasi dan menjual kembali rumah, dan terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta. Pada tahun 2014, ia sempat bekerja sebagai manajer klub sepak bola Medan Jaya. Dua tahun kemudian, pada tahun 2016, ia bergabung dengan Takke Group—sebuah perusahaan properti—dan menjadi direktur pemasarannya. Ia juga memiliki saham di perusahaan tersebut.[6]
Karier
Pada tahun 2011, Bobby mulai bekerja di industri lahan yasan. Awalnya dari sekadar mencari dan memperbaiki rumah-rumah bekas tinggal dan kemudian menjualnya kembali, kemudian membangun beberapa rumah baru dan terlibat dalam proyek yang lebih besar. Pada tahun 2016, ia bergabung dengan perusahaan lahan yasan Grup Takke sebagai direktur pemasaran melalui pengenalan ayahnya. Di luar lahan yasan, Bobby juga sempat sempat bekerja sebagai manajer klub sepak bola Medan Jaya pada tahun 2014.
Kiprah politik
Wali kota Medan
Bobby mengajukan tawaran untuk maju sebagai calon wali kota Medan di kota kelahirannya dalam pemilihan kepala daerah tahun 2020 melalui partai politik PDI-P yang mengusung Jokowi. Hal ini menyebabkan banyak pengamat menduga bahwa dinasti politik tengah dibangun, yang dibantah oleh dirinya sendiri. Pada bulan-bulan berikutnya, ia mengunjungi Ketua Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan untuk menggalang dukungan bagi pencalonannya, selain mendaftar ke Golkar. Ia resmi menjadi kader PDI-P pada Maret 2020. Ia terpilih menjadi Wali Kota Medan pada Desember 2020, setelah memenangkan 54,5% suara dan mengalahkan wali kota petahana Akhyar Nasution.
Pada November 2023, Bobby dikeluarkan dari PDI-P karena membelot mendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden Indonesia tahun 2024. Pada bulan Mei 2024, Bobby memerintahkan penutupan sebuah pusat perbelanjaan di Medan, dengan alasan pajak kota yang belum dibayar sejak tahun 2011 sebesar Rp 250 miliar (US$ 16 juta), dan mengubah pusat perbelanjaan tersebut menjadi Mall Pelayanan Publik. Pada bulan Mei 2024 juga, ia bergabung dengan Partai Gerindra.