Luthfi lahir pada tanggal 22 November 1969 di Surabaya,[butuh rujukan]ibu kota Jawa Timur, sebagai putra dari Makali dan Musarofah. Saat SMA Ia pernah empat tahun di Ponpes Al Islah, pondok modern di Kediri Jawa Timur kemudian belajar hukum di UIN (dulu IAIN) Sunan Ampel[6] dan lulus pada tahun 1990. Ia kemudian mengejar gelar pascasarjana di bidang kepolisian dan lulus pada tahun 1995.
Karier kepolisian
Karier awal
Luthfi bergabung dengan kepolisian pada tahun 1989, sebelum lulus. Ia memulai kariernya dengan pangkat inspektur polisi kedua setelah menyelesaikan kursus persiapan kepolisian singkat. Ia ditugaskan di markas besar kepolisian pusat selama dua tahun sebelum menerima promosi ke pangkat inspektur polisi pertama. Ia kemudian dipindahtugaskan ke dinas provost polisi, dinas keagamaan, dan dinas intelijen, dengan berbagai peran dan jabatan.[7]
Batang
Pada tahun 2008, Luthfi dilantik sebagai Kapolres Batang di Jawa Tengah dengan pangkat Ajun Komisaris Besar. Selama masa jabatannya, Luthfi berhadapan dengan kelompok Front Pembela Islam di wilayah tersebut, yang berencana melakukan penyisiran tanpa izin karena tidak percaya kepada polisi.[8] Luthfi juga pernah mengalami kecelakaan bus yang mengakibatkan lima belas penumpangnya meninggal dunia[9] dan kematian seorang wanita tak dikenal.[9]
Setelah dua tahun bertugas di Batang, Luthfi diangkat menjadi Wakil Direktur Intelijen Polda Jawa Tengah.[10] Setahun kemudian, pada 11 April 2011, Luthfi dilantik sebagai Wakil Kapolresta Surakarta.[11] Selama periode ini, Luthfi menjaga hubungan dengan Wali kota Surakarta, Joko Widodo, yang kemudian menjadi presiden Indonesia. Hubungan Luthfi dengan Joko Widodo mendorong para ahli untuk mengidentifikasinya sebagai bagian dari Geng Solo, sekelompok polisi dan militer Indonesia yang aktif di Surakarta selama masa jabatan wali kota Widodo yang dipromosikan ke posisi tinggi selama masa jabatan presiden Widodo. Luthfi menjabat wakil dua kapolres yang berbeda: Nana Sudjana dan Listyo Sigit Prabowo.[12]
Luthfi mendapat kenaikan pangkat menjadi komisaris basar polisi di akhir masa jabatannya sebagai wakil kapolres. Ia dipindahtugaskan ke Divisi Profesi dan Pengamanan serta Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian.[7] Pada Februari 2015, Luthfi kembali ke Surakarta bersamaan dengan pengangkatannya sebagai Kapolres Surakarta.[13]
Pada 5 Juli 2016, sebuah bom bunuh diri meledak di depan kantor Luthfi di kantor polisi. Bom tersebut mengakibatkan pelaku bom tewas dan seorang polisi wanita menderita luka ringan akibat pecahan peluru. Pasca aksi bom, Luthfi mengimbau warga Surakarta tetap beraktivitas seperti biasa.[14]
Jakarta
Luthfi digantikan dari jabatannya sebagai Kapolda Surakarta oleh Ribut Hari Wibowo dari Polda Jawa Timur pada 14 Maret 2017. Ia ditugaskan ke Jakarta sebagai analis sosial budaya di pusat intelijen dan keamanan.[15]
Jawa Tengah
Luthfi kemudian dilantik menjadi Wakapolda Jawa Tengah pada 21 Maret 2018[16] dan mendapat kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal polisi pada 4 April.[17] Pengangkatannya sebagai wakil kepala dikritik oleh Indonesia Police Watch yang menilai Luthfi kurang pengalaman memegang jabatan tersebut.[18]
Sekitar dua tahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Kapolda Jawa Tengah pada 8 Mei 2020.[19] Penjelasan Indonesian Police Watch Pengangkatan Luthfi terbilang “fenomenal”, karena pertama kalinya seorang lulusan akademi non kepolisian menjadi kapolda di provinsi tersebut.[20] Ia meninggalkan jabatannya setelah empat tahun bertugas pada 29 Juli 2024.[21]
Irjen Kementerian Perdagangan
Pada Juni 2024, Polri mengumumkan bahwa Ahmad Luthfi dicalonkan sebagai inspektur jenderal Kementerian Perdagangan dan pengangkatannya masih menunggu konfirmasi dari Presiden dan penilaian uji kompetensinya.[22] Pencalonan tersebut memicu kritik dari IPW yang mempertanyakan kurangnya birokrat berkualitas yang tersedia untuk mengisi jabatan tersebut pos. Pengangkatan Luthfi dimungkinkan melalui undang-undang TNI/Polri, yang disahkan beberapa bulan sebelum pencalonannya dan membuka jalan bagi perwira polisi dan militer untuk menduduki jabatan sipil.[23] Pencalonan Luthfi tetap berlanjut meski mendapat banyak kritik, dan ia dilantik sebagai inspektur jenderal perdagangan kementerian pada 14 Agustus 2024.[24] Sebelum dilantik, ia sudah dipromosikan menjadi komisaris jenderal polisi bintang tiga pada 29 Juli.[25]