Elisa Kambu (lahir 12 Maret 1964), adalah seorang politikus dan mantan birokrat Indonesia. Ia merupakan Gubernur Papua Barat Daya periode 2025–2030. Elisa pernah menjabat sebagai Bupati Asmat 2 periode 2016–2021 dan 2021–2025.
Pendidikan dan karier birokrat
Elisa Kambu menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) di SD YPK Arus Ayamaru pada tahun 1981. Ia lalu menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Negeri Ayamaru pada 1984 dan sekolah menengah atas (SMA) di SMA Negeri 413 Sorong pada tahun 1987.[1] Setelah itu, ia meraih gelar Sarjana Sosial dari Jurusan Administrasi Negara FISIP Universitas Cenderawasih pada tahun 1994.[2]
Elisa mengawali karier sebagai tenaga pendamping program dari Bappenas, sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke, Kepala Distrik Fayit, dan Kepala Distrik Agats selama enam tahun. Pada 2010, Elisa diangkat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat, sebelum kemudian terpilih sebagai Bupati Asmat pada 2016.[3]
Karier politik
Pilkada 2015
Elisa Kambu mencalonkan diri berpasangan dengan Thomas Eppe Safanpo dalam Pilbup Asmat 2015. Pasangan ini mendapatkan nomor urut 2 dan berhasil mengungguli tiga pasangan calon lainnya, termasuk petahana Wakil Bupati Asmat, Yulius Patandianan. Elisa Kambu-Thomas Eppe Safanpo berhasil meraih 37.638 suara atau setara dengan 53% suara sah mengungguli pasangan calon Silvester Siforo-Yulius Patandianan yang meraih 26.586 suara (38% suara sah); Frits Tobo Wakasu-Cornelis Salvator Lamera yang meraih 3.156 suara (4% suara sah); dan Simon Dewar-Jacobus Raymondus Apolinaris Tethool yang meraih 3.144 suara (4% suara sah). Elisa Kambu dan Thomas Eppe Sapanfo kemudian dilantik setelah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menolak gugatan peselisihan hasil pilkada yang diajukan oleh Silvester Siforo dan Yulius Patandianan pada 2016.[4] Ia resmi menjadi Bupati Asmat kedua menggantikan Yuvensius Alfonsius Biakai.
Pilkada 2020
Elisa Kambu dan Thomas Eppe Safanpo kembali berpasangan dan mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati dalam Pilbup Asmat 2020. Mereka diusung oleh 9 partai politik, yaitu PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Golkar, NasDem, PKS, PSI, PAN, dan Partai Demokrat.[5] Pasangan petahana ini kemudian berhasil unggul setelah meraih 43.817 suara (55% suara sah), sedangkan pesaing satu-satunya dari jalur perseorangan, Yulianus Payzon Aituru-Bonifasius Jakfu, hanya berhasil meraih 36.132 suara (45% suara sah). Hal tersebut dikuatkan kembali setelah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menolak gugatan peselisihan hasil pilkada yang diajukan oleh Yulianus Payzon Aituru dan Bonifasius Jakfu dikarekanakan selisih suara antarcalon lebih dari 2% sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ketahapan persidangan.[6] Elisa Kambu dan Thomas Eppe Safanpo kemudian dilantik untuk periode kedua pada 3 Maret 2021 bersama dengan 3 pasangan kepala daerah lainnya oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, di Kota Jayapura.[7]
Pilkada 2024
Dalam Pemilu 2024 yang juga memuat rangkaian Pilkada 2024, Elisa Kambu tidak dapat lagi mencalonkan diri sebagai Bupati Asmat karena telah menjabat sebanyak 2 periode. Dukungan mengalir untuk Elisa Kambu agar mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua Barat Daya mengingat ia adalah putra kelahiran Ayamaru, Kabupaten Maybrat. Pada 23 Januari 2023 telah terbentuk Tim Relawan Elisa Kambu di Kota Sorong untuk mempersiapkan langkah yang lebih serius kedepannya.[8]