Ahmad Nausrau dilahirkan di Pulau Kayu Merah, Kabupaten Kaimana pada 28 Juni 1982. Ia mengenyam pendidikan di SD Yayasan Pendidikan Kristen Kayu Merah Kaimana (1990–1996), kemudian merantau dan bersekolah di MTS Negeri Fakfak (1996–1999), Pesantren Al-Irsyad Al-IslamiyyahPasuruan (1999–2000), MA Negeri 2 Madiun (2000–2002), dan SMA Henggi Wagom Fakfak (2002–2003).[1][2] Ketika bersekolah di Kota Madiun, ia diangkat menjadi anak oleh seorang guru SMA bernama Maidi yang kini menjabat sebagai Wali Kota Madiun.[3][4] Pada 2003, ia mengambil Diploma Bahasa Arab dan Studi Islam di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar hingga 2004.[1][5] Kemudian ia menerima beasiswa[6] untuk berkuliah di jurusan Syariah Islamiyah di Universitas Al-Azhar sampai 2006 tetapi tidak selesai.[1] Agar bisa menjadi guru, ia melanjutkan kuliah di Institut Agama Islam Al-Aqidah Jakarta dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.) pada 2007.[6][1][2] Ia meraih gelar Magister Manajemen (M.M.) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha pada 2025.[7]
Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai tokoh masyarakat di Papua Barat Daya dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta keagamaan. Ia memulai karier sebagai guru agama Islam Pegawai Negeri Sipil[8] di SMA Negeri 1 Kaimana sejak 2010 hingga mengajukan pensiun dini pada 2018.[1] Ia menjadi Ketua Yayasan Nueva Kaimana Papua Barat sejak 2016, Ketua Umum Majelis Ulama IndonesiaKabupaten Kaimana sejak 2007 hingga 2016 kemudian menjadi Ketua Umum Majelis Ulama IndonesiaProvinsi Papua Barat sejak 2016 hingga 2025, dan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Papua Barat sejak 2024 hingga 2029, dan Pimpinan Sementara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Papua Barat Daya sejak 2025.[2][9]
Dalam Pemilihan Gubernur Papua Barat Daya yang pertama kali diselenggarakan pada 27 November 2024, Ahmad Nausrau mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Elisa Kambu. Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra dan berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan 144.598 suara sah, setara dengan 46,80% dari total suara, mengungguli empat pasangan calon lainnya.[10]