Mian lahir di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara pada 8 April 1964. Ia merupakan anak bungsu dari 12 bersaudara dari pasangan Samak dan Darmi. Kedua orang tua Mian termasuk keluarga berekonomi lemah saat itu, sehingga mendapatkan program transmigrasi kolonial Belanda. Mian kecil menghabiskan masa kecilnya di Asahan, Sematera Utara. Setelah menamatkan Sekolah Dasar (SD), ia merantau ke Kota Medan untuk melanjutkan pendidikan SMP dan SMA. Pada tahun 1985 barulah dia datang ke Bengkulu untuk melanjutkan kuliah di Universitas Bengkulu (Unib), setelah sebelumnya lulus tanpa tes program Penelusuran Minat dan Kemampuan.[1]
Ia bersama pasangannya Arie Septia Adinata berhasil memenangkan pilkada dengan prolehan 26.034 suara (52,33%), mengalahkan dua pasangan lainnya yakni pasangan Gunadi dan Sutrisno Udro (31,94%) dan pasangan Yurman Hamedi-Ahmad Zarkasi (15,73%).[2]