Gunung Pundak adalah sebuah gunung dengan ketinggian 1.585 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang terletak di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian yang bersahabat untuk pendaki pemula karena medannya yang relatif landai dan waktu tempuh yang singkat ke puncak.[1]
Geografi dan Lingkungan
Gunung Pundak merupakan bagian dari kompleks Gunung Welirang. Puncaknya menyajikan pemandangan panorama yang memukau, termasuk Gunung Penanggungan di sebelah utara, Gunung Welirang dan Gunung Arjuno di sebelah selatan, serta Pegunungan Anjasmoro di sebelah barat.[1] Lereng gunung dihiasi hamparan sabana (ilalang) yang luas dan pada bagian bawahnya terdapat kawasan hutan, termasuk hutan bambu di sekitar pos ketiga pendakian.[2]
Terdapat beberapa sumber mata air yang jernih dan dingin di sepanjang jalur pendakian, khususnya di sekitar pos ketiga, yang dapat digunakan pendaki untuk mengisi ulang persediaan air.[2]
Pendakian
Jalur dan Waktu Tempuh
Jalur pendakian Gunung Pundak terkenal landai dan tidak terlalu curam. Waktu tempuh rata-rata dari basecamp atau pos perijinan di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menuju puncak adalah sekitar 2 jam.[1] Rute perjalanan umumnya dibagi menjadi beberapa pos:[2]
Trek Awal (Pos Perijinan ke Pos 1): Jalur setapak dengan pepohonan hijau yang dapat ditempuh dalam ±15 menit.
Pos 2: Memasuki kawasan hutan dengan beberapa jalur bercabang yang perlu diperhatikan.
Pos 3: Berada di area hutan bambu yang memiliki sumber mata air. Area ini juga sering dijadikan lokasi berkemah.
Puncak: Area terbuka dan lapang yang cocok untuk berkemah menikmati sunrise. Namun, area puncak memiliki banyak pasir yang dapat menyebabkan badani pasir lokal pada musim kemarau.[2]
Aksesibilitas
Akses menuju basecamp pendakian di Taman Hutan Raya (Tahura) cukup mudah. Dari Kota Mojokerto, pendaki dapat melalui:[1]
Dari Air Panas Pacet: Ambil jalur lurus menuju Desa Claket.
Dari Trawas: Ambil jalur menuju Pacet untuk sampai di pos perijinan Tahura.
Tiket dan Perijinan
Jam Operasional: Setiap hari, pukul 08.00 - 16.00 WIB.[1]
Meskipun cocok untuk pemula, pendaki perlu memperhatikan beberapa hal:[2]
Kelelahan di Trek Awal: Trek menuju pos pertama terus menanjak secara konstan dan dapat menguras tenaga jika dilakukan dengan tergesa-gesa.
Jalur Bercabang: Di pos kedua terdapat beberapa percabangan jalur. Pendaki disarankan untuk mengikuti tali penanda yang diikat pada pohon atau bertanya pada pendaki lain.
Badai Pasir: Pada musim kemarau, area puncak yang berpasir rentan terhadap hembusan angin kencang yang dapat menyebabkan badai pasir dan mengancam tenda yang dipasang.
Kewaspadaan Saat Hujan: Jalur dapat menjadi licin selama musim hujan.
Logistik: Meski waktu pendakian singkat, membawa bekal air dan makanan yang cukup sangat dianjurkan. Isi ulang air dapat dilakukan di sumber mata air di pos ketiga.