Gunung Aseupan adalah gunung mati atau tidak aktif yang terletak di Kecamatan Pulosari dan juga perbatasan dengan Kecamatan Jiput & Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sekitar 18km sebelah barat dari pusat kota Pandeglang. Secara astronomis, Gunung Aseupan berada pada 6°14'06" s/d 6°19'17" Lintang Selatan dan 105°50'03" s/d 105°57'50" Bujur Timur. Kawasan Gunung Aseupan memiliki luas ±8.095 hektar. Puncak Gunung Aseupan berada pada ketinggian 1.174 mdpl, Gunung Aseupan juga tidak memiliki Kawah Aktif.[1]
Hidrologi DAS
Gunung Aseupan menjadi kawasan hulu bagi 7 daerah aliran sungai yang saling bertemu di zona puncak, di antaranya:[2]
DAS Cidanau, menempati bagian utara lereng gunung Aseupan di mana sebagian alirannya menuju kawasan Cagar Alam Rawa Danau dan sebagian lagi bergabung dengan aliran utama Cidanau.
DAS Cibungur, menempati bagian timur lereng gunung Aseupan, kawasan lembah Mandalawangi. Dari sini alirannya menuju selatan melintasi Jalan Raya Mandalawangi, Jalan Raya Labuan dan Jalan toll Rangkasbitung-Panimbang di daerah Banjarsari. Setelah melalui Bendung Cilemer (Situ Bendung) alirannya memutar menuju pesisir barat Banten bergabung dengan aliran utama Cibungur di sekitar Kadubera hingga bermuara di Selat Sunda.
Pendakian
Terdapat dua jalur untuk menuju Gunung Aseupan, yaitu jalur selatan dan jalur barat. Jalur selatan dapat ditempuh dari Kota Serang Banten menuju ke Kabupaten Pandeglang. Dari Kota Pandeglang perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Raya Pandeglang-Labuan melewati Kecamatan Mandalawangi dan Kecamatan Pulosari sampai di Kampung Pasir Kondang. Wilayah bagian barat bisa dijangkau melalui Jalan Raya Merak-Labuan melewati kawasan wisata Pantai Anyer dan Pantai Carita sampai di Gerbang Wisata Air Terjun Curug Gendang.
Terdapat setidaknya dua jalur pendakian menuju puncak Gunung Aseupan, yaitu Jalur Sikulan dari arah barat daya dan Jalur Ulun Jaya dari arah selatan. Namun di antara dua jalur tersebut, hanya Jalur Sikulan yang lebih sering dibuka dan digunakan. Jalur Sikulan terletak di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Pendakian melalui jalur ini dimulai dengan melewati perkebunan warga yang terdiri dari kebun singkong, cengkih, padi, dan ada pula kebun durian. Meskipun Gunung Aseupan tidak begitu tinggi, tetapi trek di awal cukup berat dan rapat. Jalur Sikulan memang masih jarang dilalui karena pendakian ke gunung ini kurang begitu diminati. Pendakian menanjak dan masih berupa kawasan terbuka lebih khas kepada perkebunan. Sebelum mencapai pos kedua, terdapat spot bebatuan. Dari pos kedua untuk mencapai puncak tertinggi Gunung Aseupan tidak begitu jauh tetapi karena trek menanjak, maka akan memakan banyak waktu. Puncak Gunung Aseupan sendiri tidak murni berbentuk kemuncak, tetapi lebih berbentuk seperti gundukan tanah yang menjulang di punggung gunung.[3]