Gunung Mutis memiliki tiga puncak yaitu Nuaf Muna, Nuaf Nefomasi dan Nuaf Nupala. Secara topografi memiliki relief berbukit sampai bergunung membentuk tapal kuda dengan lembah besar membuka ke arah timur. Formasi Mutis menyusun batuan gunung ini terdiri dari batuan malihan seperti batu sebak, filit, sekis, amfibolit, kwarsit, dan granulit. Amfibolit menyusun sebagian besar formasi ini. Batu Gabro ditemukan di bagian timur gunung ini. Kwarsit filitan tersingkap di bagian barat Gunung Mutis.
Hidrologi dan iklim
Gunung Mutis menjadi sumber air bagi tiga Daerah Aliran Sungai besar di Pulau Timor yaitu Noelmina dan Noel Benain di bagian selatan dan Noel Fail di bagian utara. Drainase aliran sungainya berpola dendritis (Noel Mina dan Noel Benain) sebagai akibat kompleksitas permukaan di bagian selatan dan pola pararel (Noel Fail) akibat kelerengan yang relatif seragam di bagian utara. Gunung ini memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim penghujan terjadi pada bulan November sampai Juli. Suhu berkisar antara 14’C – 29’C, dan pada kondisi ekstrem dapat turun hingga 9’C yaitu pada bulan Juli hingga pertengahan Agustus di mana rentang waktu ini merupakan puncak kemarau yang membawa udara dingin kering dari periode angin timuran. Angin kencang berkecepatan tinggi terjadi pada bulan November sampai Maret.
Pendakian ke puncak gunung ini dimulai dengan menempuh perjalanan dari Kota Kupang ke Soe sejauh 110 KM. Dari Soe dilanjutkan perjalanan menuju Fatumnasi yang berjarak sekitar 40 Km dengan medan jalan yang belum baik. Desa ini merupakan desa wisata yang menjadi titik kumpul para pendaki. Sepanjang jalur pendakian menuju puncak gunung ini memiliki 3 pos. Puncak Mutis berada dalam kawasan hutan dan hanya ada satu batu penanda bertuliskan 2.427 mdpl.[3] Umumnya pendakian menuju puncak ditempuh dalam waktu 3-4 jam.
1234(Indonesia) Tri Maya Yulianingsih dan Ratino. 2010. Jelajah Wisata Nusantara: Berbagai Pilihan Tujuan Wisata di 33 Provinsi. Yogyakarta: Media Pressindo (MedPress), 323-324.