Kelurahan in Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Glodok adalah sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Taman Sari, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia.[2] Pada masa kini Glodok lebih dikenal sebagai kawasan pecinan (Chinatown) di Jakarta yang menjadi tujuan wisata kuliner, budaya, dan perbelanjaan. Glodok juga sempat dikenal akan beberapa tempat toko elektronik di sebagaian wilayanhya.
Sejarah
Kata Glodok berasal dari Bahasa Sunda golodog. Golodog berarti pintu masuk rumah.Nama Glodok juga berasal dari suara air pancuran dari sebuah gedung kecil persegi delapan di tengah-tengah
halaman gedung Balai Kota (Stadhuis) – pusat pemerintahan VOCBelanda di kota Batavia. Gedung persegi delapan ini, dibangun sekitar tahun 1743 dan sempat dirobohkan sebelum dibangun kembali tahun 1972, banyak membantu serdadu Kumpeni Belanda karena di situlah mengalir air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tak cuma bagi serdadu Kumpeni Belanda tetapi juga dimanfaatkan minum bagi kuda-kuda serdadu usai mengadakan perjalanan jauh. Bunyi air pancurannya grojok..grojok..grojok. Sehingga kemudian bunyi yang bersumber dari gedung kecil persegi delapan itu dieja penduduk pribumi sebagai Glodok.[3]
Dari nama "pancuran" akhirnya menjadi nama sebuah daerah yang kini dikenal sebagai Pancoran atau orang di kawasan Jakarta Kota menyebutnya dengan istilah ”Glodok Pancoran”. Hingga kini kedua nama yakni Glodok dan Glodok Pancoran masih akrab di telinga orang Jakarta, bahkan hingga ke luar Jakarta.
Glodok pada tahun 1948.
Batavia, Glodok
Peristiwa penting
4 Oktober 1984 — Tiga gedung Bank Central Asia (BCA), satu di antaranya di Glodok, dibom. Beberapa orang yang dituduh terlibat dalam kasus ini ditangkap, termasuk H.R. Dharsono.
13–14 Mei 1998 — Glodok menjadi salah satu sasaran penjarahan dan pembakaran.[4]
13 Mei 2000 — Massa mengamuk setelah Mabes Polri melakukan razia terhadap para penjual VCD porno. Terbit desas-desus bahwa kerusuhan ini dimaksudkan untuk menggoyahkan kedudukan PresidenAbdurrahman Wahid.[5]
Toko Pangkas Rambut Ko Tang Kapperszaak (Circa 1936)
Transportasi
Stasiun Jakarta Kota, yang terletak di kawasan Glodok, merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta. Stasiun ini dilayani oleh seluruh lintas utama KA Commuter Jabodetabek, sehingga stasiun tersebut menjadi salah satu stasiun padat di Jakarta. Di sisi jalan utama, terdapat dua halte Transjakarta, yakni Halte Kota dan Halte Glodok, yang keduanya dilayani oleh Koridor 1 (Kota–Blok M).
Selain Transjakarta, kawasan ini juga dilayani oleh armada bus reguler dan bus patas seperti Mayasari Bakti, PPD, dan APTB. Selain moda angkutan massal skala besar, kawasan Glodok juga menjadi titik awal dan lintasan berbagai angkutan kota (mikrolet dan KWK) yang menghubungkan area ini dengan permukiman di sekitarnya.
Demografi
Pada tahun 2016, Kelurahan ini dihuni oleh 8.626 penduduk yang terbagi dari 4.407 laki-laki dan 4.219 perempuan dengan seks rasio 104,46 dan 4.772 kepala keluarga.[1]
Kemudian dalam hal keagamaan, penduduk kelurahan ini juga cukup beragam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Jakarta Barat tahun 2020 mencatat jumlah pemeluk agama di kelurahan ini, di mana Buddha sebanyak 42,8%, kemudian Kristen 37,9% (Protestan 22,1% dan Katolik 15,8%), Islam 19,3%, dan sebagian kecil beragama Hindu 0,1%.[6]