Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 658 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Oleh sebagian golongan masyarakat, subdialek ini lebih dikenali sebagai 'bahasa Pasar Atom' karena subdialek ini lebih dominan dituturkan di kawasan perniagaan Pasar Atom yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Menurut sejarahnya, perkembangan subdialek ini bermula dari penggunaan pencampuran linguistik yang dituturkan sebagai media komunikasi dalam kegiatan transaksi perniagaan di daerah Pasar Atom sebelum akhirnya berkembang secara ekstensif di daerah sekitar Kecamatan Pabean Cantian, dan kemudian meilputi daerah-daerah lain yang mayoritas beretnis Tionghoa Indonesia di Surabaya, seperti Surabaya Barat dan Surabaya Timur.[4]
Sejarah
Perkembangan bahasa Pasar Atom ini tidak lepas dari sejarah masuknya etnis Tionghoa ke Surabaya. Masyarakat Tionghoa di Surabaya masuk dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada abad ke-13 hingga ke-15 yang bertujuan untuk berdagang, dan gelombang kedua yang datang dari Tiongkok Selatan. Kelompok ini merantau ke Surabaya karena terjadi kekacauan di Tiongkok akibat pergantian dinasti dari Ming ke Qing pada 1644.
Surabaya saat itu dianggap lebih aman daripada Tiongkok Daratan. Permukiman pertama orang-orang Tionghoa di Surabaya berada di sepanjang Kalimas. Para perantau ini cenderung mengikuti bahasa setempat, yakni pada saat itu bahasa Jawa. Bahkan tidak sedikit orang Tionghoa yang menikah dengan orang Jawa. Perkawinan antarsuku ini oleh warga setempat biasa disebut ampyang, yang sebenarnya adalah kue perpaduan kacang cina dengan gula jawa.[5]
Ciri bahasa
Bahasa Pasar Atom memiliki beberapa ciri-ciri dan pola-pola tertentu, di antaranya:
Perubahan bunyi
Perubahan bunyi dalam bahasa Pasar Atom terjadi pada kosakata yang berasal dari bahasa-bahasa Tionghoa, bahasa Jawa, hingga bahasa Indonesia. Perubahan ini dapat berupa pergeseran nilai fonetis, penyederhaan, dan/atau penambahan bunyi.
chiá-chiá (姐姐) → cece (kakak perempuan) — penyederhanaan bunyi
māi-māi (妹妹) → meme (adik perempuan) — penyederhanaan bunyi
koko (哥哥) → koko (kakak laki-laki)
Kosakata bahasa Indonesia
Pada kosakata bahasa Indonesia, pada beberapa kasus bunyi /r/ menjadi /l/ atau hilang, dan bunyi /t/ menjadi /k/.[6]
pergi → pigi — kehilangan bunyi r
lihat → liak — perubahan bunyi t menjadi k
kerja → keja — kehilangan bunyi r
contoh → conto — kehilangan bunyi h
Kosakata bahasa Jawa
dhéwé[ɖewe] → dhèwèk[ɖɛwɛk] (sendiri) — penambahan bunyi k, bunyi é [e] menjadi è [ɛ]
ya apa[jɔ.ɔpɔ] → ya apa[ja.apa] (bagaimana) — bunyi o [ɔ] menjadi a
isa[isɔ] → isa [isa] (bisa) — bunyi o [ɔ] menjadi a
Afiksasi
Salah satu ciri paling kental dari bahasa Pasar Atom adalah penggunaan imbuhan bahasa Jawa untuk kosakata bahasa Indonesia. Sedikit di antaranya:
Akhiran -é
Rumah + é → rumaé — huruf h luluh
Orang + é → orangé
Temen + é → temené
Akhiran -a
Dalam bahasa Jawa akhiran -a dibaca o. Meskipun demikian, tulisan berbahasa Pasar Atom biasanya tidak patuh pada kaidah penulisan baku bahasa Jawa sehingga tetap menggunakan huruf o.
Beli + o → belio
Pigi + o → pigio
Sini + o → sinio
Akhiran -en
Makan + en → makanen
Ambil + en → ambilen
Jual + en → jualen
Contoh
Beberapa contoh bahasa Pasar Atom:
Langganan lo, Ce, mosok ga dipotong blas, potong ceban lagi la.
Pembagian bahasa: Langganan lo (id),Ce (zh),mosok (jv) ga (id) dipotong (id) blas (jv),potong (id) ceban (zh) lagi la (id).
Arti: Langganan lo, Ce, masa tidak dipotong sama sekali, potong sepuluh ribu lagi lah.
Tak tunggu ndek sana, ya!
Pembagian bahasa: Tak (jv) tunggu (id) ndek (jv) sana (id), ya (id)!
Arti: Aku tunggu di sana, ya!
Tadi ketemu koko ndek mana?
Pembagian bahasa: Tadi (id) ketemu (id) koko (zh) ndek (jv) mana (id)?
Arti: Tadi ketemu Koko di mana?
Dalam budaya populer
Brandon De Angelo, seorang penari dan pemeran asal Surabaya, sering memperagakan bagaimana orang Tionghoa Surabaya menggunakan bahasa Pasar Atom melalui akun TikTok-nya. Tak jarang video-video hiburan ini menjadi viral dan turut memperkenalkan bahasa khas Tionghoa Surabaya ke masyarakat luas.[7]
↑Rokhmad, Arif. 2016. Dialek Pemuda Muslim Tionghoa dalam Interaksi Sosial (Studi Deskriptif Kualitatif di Komunitas Muslim Tionghoa di Kota Surabaya). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. PDF
12Sari, Eka Novita. "Pemakaian Bahasa oleh Etnis Tionghoa di Surabaya: Suatu Kajian Fonologi dan Morfologi" Skriptorium, Vol. 2, No. 2. PDF