Ereveld Menteng Pulo adalah sebuah pemakaman perang yang terletak di Jalan Menteng Pulo RT 3/RW 12, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Indonesia. Ini adalah salah satu dari dua pemakaman perang Belanda di Jakarta, yang lainnya adalah Ereveld Ancol di Ancol. Ereveld Menteng Pulo dibangun untuk menampung para korban perang dari pendudukan Jepang selama Perang Dunia II. Saat ini dikelola oleh Oorlogsgravenstichting [nl] (OGS), yang merupakan organisasi yang mengelola seluruh pemakaman perang Belanda di dunia.[1]
Dibangun di atas tanah wakaf berbentuk L yang disediakan oleh pemerintah Jakarta pada waktu itu. Taman Makam Perang Menteng Pulo dirancang pada tanggal 7 Desember 1946 oleh arsitek Hugo Anthonius van Oerle, yang bertugas sebagai letnan kolonel di Divisi PertamaAngkatan Darat Kerajaan Belanda. Peletakan fondasi pertama dilakukan oleh Letnan Jenderal Simon Spoor, yang pada waktu itu adalah pemimpin militer Belanda berpangkat tertinggi di kepulauan Indonesia. Ada sekitar 4.300 makam anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) yang terbunuh selama Perang Kemerdekaan Indonesia, dan korban kekejaman di kamp-kamp interniran yang dikelola Jepang selama Perang Dunia II. Tidak hanya etnis Belanda, tetapi juga anggota KNIL asli Indonesia dimakamkan di sini. Dari tahun 1946 hingga 1950, hanya ada 22 makam. Namun, sejak tahun 1960, Menteng Pulo telah menjadi makam bagi jenazah yang dipindahkan dari beberapa daerah di Indonesia seperti Banjarmasin, Tarakan, Balikpapan, Manado, Makassar, Palembang, dan Cililitan. Makam-makam di pemakaman ini tersusun dalam delapan belas blok.[2]
Selain ribuan makam korban Perang Dunia II, di Ereveld Menteng Pulo terdapat beberapa monumen yang menjadi ciri khas. Kedua bangunan tersebut adalah Gereja Simultaan yang di dalamnya terdapat salib-salib dari rel kereta api yang diambil dari jalur Burma di Jalur Kereta Api Thai–Burma. Gereja ini tidak hanya digunakan untuk berdoa, tetapi juga sebagai tempat peringatan dan upacara untuk semua agama, serta Kolumbarium yang menyimpan abu jenazah 754 personel militer Belanda yang gugur sebagai tawanan perang.[3]