Gatot sudah aktif berkecimpung di organisasi kemasyarakatan semenjak selesai kuliah, ia aktif di Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI) khususnya di wilayah Jawa Timur dan pernah menjadi wakil sekretaris (1988–1991), wakil ketua (1994–1999), anggota dewan penasihat (2006–2011) dan akhirnya sebagai ketua pengurus daerah FKPPI Jawa Timur dari 2011 hingga ia wafat pada 2021.[1] Ia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), ia bertindak sebagai Sekretaris Umum KNPI Surabaya pada 1992 hingga 1995 dan menjadi Ketua KNPI Jawa Timur dari tahun 1995 sampai 1997.[1]
Anggota dewan
Gatot memulai karier politiknya di lembaga legislatif ketika ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (DPRD Provinsi Jawa Timur) pada 1997 mewakili Fraksi Karya Pembangunan, ia mengakhiri masa pengabdiannya di sana pada 1999.[1]
Pada pemilihan umum 1999, ia memenangkan kursi untuk dapat duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya (DPRD Kota Surabaya). Gatot yang berasal dari Fraksi Partai GOLKAR menjadi ketua Komisi E DPRD Kota Surabaya yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat pada 1999–2002, dan pada sisa masa periode jabatannya ia habiskan dengan menjadi wakil ketua DPRD hingga 2004.[4]
Pada pemilihan umum berikutnya, Gatot kembali lagi ke DPRD Provinsi, ia mewakili dapil Jawa Timur 7 yang mencakup daerah Ponorogo, Magetan, Ngawi, Pacitan, dan Trenggalek. Selama kurang lebih empat tahun sejak dilantik pada 31 Agustus 2004, ia menjabat sebagai wakil ketua Komisi C yang membahas masalah keuangan.[4]
Pada pemilihan Wali Kota Surabaya 2005, Gatot yang ketika itu masih menjabat di DPRD Provinsi Jawa Timur mencalonkan diri sebagai calon wali kota berpasangan dengan calon wakil wali kota Benyamin Hilly. Pasangan ini didukung oleh Partai GOLKAR dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Akan tetapi, pasangan Gatot-Benyamin kalah dan hanya mendapatkan 88.929 suara atau setara dengan 9,26 persen suara.[6]
Pada 17 November 2008, Gatot terpilih secara aklamasi menjadi Wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Timur menggantikan Ridwan Hisjam yang mengundurkan diri karena ikut berlaga di pemilihan Gubernur Jawa Timur 2008.[7] Gatot kembali terpilih ke DPRD Provinsi Jawa Timur pada 2009 mewakili dapil yang sama,[8] ini merupakan periode terakhirnya di sana sebelum masuk ke kancah nasional. Selama periode ini, Gatot bertugas sebagai Ketua Fraksi Partai GOLKAR hingga 2012 dan anggota Komisi C hingga 2014.[4]
Pada 2014, Gatot terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk periode 2014–2019 mewakili dapil Jawa Timur VII, ia memperoleh 54.344 suara pada pemilu tahun itu.[9] Ia berhasil mempertahankan kursinya pada pemilu 2019, dengan perolehan suara sebanyak 100.254.[10][11] Selama di DPR RI, Gatot tercatat sebagai anggota Komisi V dan juga ketua pokok dan fungsi bagi fraksinya di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI.[12]