Karier dan organisasi [3]
Kegiatan organisasi Fadil dimulai pada masa kuliah ketika ia menjabat sebagai Ketua PMII Komisariat STAI Al-Qodiri pada 2002–2004 dan Ketua BEM STAI Al-Qodiri pada 2003–2008. Dalam lingkungan yayasan, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Yayasan Al-Qodiri dalam dua periode, yakni 2004–2009 dan 2009–2015.
Dalam organisasi bela diri Pagar Nusa, ia pernah menjadi Wakil Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Jember pada 2006–2008 sebelum kemudian menjadi Wakil Ketua DPP Pagar Nusa pada 2018–2023. Ia juga memimpin Majelis Dzikir Manaqib Al-Qodiri sebagai Ketua Umum pada 2010–2015.
Di bidang pendidikan, Fadil memulai karier profesionalnya pada 1999 ketika dipercaya menjadi Ketua Stikes Bhakti Al-Qodiri Jember, jabatan yang diembannya hingga 2018.
Karier politik [3]
Dalam dunia politik, Fadil mengawali kiprahnya sebagai Ketua PAC PKB Kecamatan Patrang pada 1999–2012. Ia kemudian terjun ke politik nasional dengan menjadi anggota DPR RI periode 2009–2014 melalui Partai Kebangkitan Bangsa.
Pada tahun 2015, Lora Fadil mengikuti Pemilihan umum Bupati Situbondo 2015 sebagai calon wakil bupati mendampingi Lora Hamid. Pasangan ini bersaing dalam kontestasi yang diikuti tiga pasangan calon lainnya. Dalam hasil pemungutan suara, pasangan Lora Hamid–Lora Fadil meraih 158.934 suara. Perolehan tersebut belum mampu mengungguli pasangan petahana, Dadang–Yoyok, yang memperoleh 194.624 suara. Dengan demikian, mereka kalah dengan selisih 35.690 suara atau sekitar 9,58%.[5]
Setelah beralih ke Partai NasDem pada 2018, ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bondowoso periode 2020–2025. Pada periode 2019–2024, ia kembali duduk sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem. Selama masa jabatan tersebut, ia bertugas di Komisi VI pada 2019–2020 sebelum berpindah ke Komisi VIII pada 2020–2024.[6]