Pembentukan batalyon ini didasari oleh adanya PRRI di wilayah Sumatra bagian Barat akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat pada tahun 1950an. Untuk menjaga wilayah tersebut, maka dibentuklah batalyon untuk menjaga keamanan dan mempertahankan daerah. Tanggal 22 Januari 1959 ditetapkan sebagai hari jadi Batalyon Infanteri ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor: KPTS-40/I/1959 tanggal 22 Januari 1959 tentang pengesahan Batalyon Infanteri “A” Komando Operasi 17 Agustus.
Sejarah
Embrio batalyon adalah pasukan Mayor Noermatias yang sejak tanggal 26 April 1958 telah melakukan tugas dan bazzeting ke daerah Pariaman yang telah dibebaskan. Penyerahan kota Pariaman dilakukan oleh Dan RTP II Brawijaya Overste Syahbirin Muchtar kepada Mayor Noermatias dengan penugasan Ex. Batalyon 140 KDMST RTP-II/Brawijaya sebagai anggota Batalyon Noermatias. Berdasarkan Surat Keputusan Komando Operasi 17 Agustus nomor: KPTS/15/a/6/1958 tanggal 18 Mei 1958 dan KPTS-15/a/7/1959 tentang penunjukan Mayor Noermatias untuk membentuk Batalyon Infanteri “A” sebagai penghargaan atas tindakan yang berani menentang PRRI. Kota Pariaman kembali diserang oleh pemberontak pada 7 Juli 1958, tetapi dapat dipukul mundur.[1]
Berdasarjam Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus nomor: SP-214/6/1958 tanggal 15 Juli 1958 tentang perintah kepada Mayor Noermatias, Lettu Djohan Rivai, Lettu Sohor Simarmata dan Lettu Soehadi beserta seluruh kompinya masuk dalam Batalyon Infanteri “A”. Penambahan pasukan dilakukan pada tanggal 22 September 1958 dengan Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus nomor: SP-734/9/1958 yang memerintahkan Ex. Kompi KDMST Detasemen J, Kompi-F Yon 136, Kompi Markas Yon 140, Kompi-B Yon 140 secara organik masuk kedalam Batalyon Infanteri-A. Sehingga total anggota batalyon pada bulan Februari 1959 berkekuatan 649 orang.
Pengalaman Operasi
Tahun 1958 s/d 1961, mulai dari saat pengesahannya Batalyon Infanteri “A” melaksanakan penumpasan pemberontakan PRRI dengan kedudukan kompi-kompi terpisah serta kedudukan Markas Komando yang berpindah-pindah mulai dari Padang, Bukittinggi dan Kabupaten 50 Kota.
Tahun 1962 Batalyon Infanteri 131/BRS bertugas didaerah Riau daratan dengan kedudukan tersebar mulai dari Bangkinang, Muara Mahat, Rokan, Bengkalis sampai Rengat dan sekitarnya.
Tahun 1965 Batalyon Infanteri 131/BRS bertugas didaerah Korem 031/Wira Bima dalam rangka menyukseskan Dwikora lebih kurang 10 bulan.
Tahun 1977 s/d 1978 Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi seroja Timor-timur
Tahun 1985 s/d 1986 Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi seroja Timor-timur
Tahun 1988 s/d 1989 Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi seroja Timor-timur
Tahun 1990 1 SSK Alfa Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi penumpasan GPK Aceh
Tahun 1991-1992 2 SSK Batalyon Infanteri 131/Brs yaitu SSK 1 dan SSK 2 tugas operasi penumpasan GPK Aceh
Tahun 1993 Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi seroja Timor-timur
Tahun 1994-1995 Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi Jaring Merah V Aceh sampai tahun 1995.
Tahun 1996-1997 1 SSK Batalyon Infanteri 131/Brs yaitu SSK “A” tugas operasi Jaring Merah VII Aceh.
Tahun 1999 1 SSK Batalyon Infanteri 131/Brs tugas operasi Wibawa penumpasan GPK Aceh
Pada tanggal 5 Mei 1999 s/d 15 Mei 2000 Yonif 131/Brs melaksanakan tugas daerah rawan PPRM Aceh dilanjutkan operasi Sadar Rencong I dan II.
Pada tanggal 20 Desember 2000 s/d 16 Oktober 2001 Yonif 131/Brs melaksanakan tugas Pamtas NTT-Timor-timur.
Pada tanggal 30 Mei 2002 s/d 31 Juli 2003, 2 SST Yonif 131/Brs melaksanakan tugas operasi di Papua bergabung dengan Yonif 122/TS.
Pada tanggal 21 Juni 2002 s/d 2 Agustus 2003, 2 SSK Yonif 131/Brs melaksanakan Pam Obvitnas di Lhokseumawe Aceh Utara bergabung dengan Yonif 133/YS.
Pada tanggal 23 Agustus 2002 s/d 29 Oktober 2003 Yonif 131/Brs melaksanakan Pam Obvitnas di Lhokseumawe Aceh Utara.
Pada bulan Juli 2004 2 SST Yonif 131/BRS bergabung dengan Yonif 133/YS melaksanakan Pam Wil di NAD.
Pada tanggal 07 Oktober 2004 - 2005 Yonif 131/BRS melaksanakan Pam Obvitnas di Lhokseumawe Aceh Utara.
Pada tanggal 9 Maret 2012 Yonif 131/Brs melaksanakan Satgas Pamrahwan Maluku Ambon
Pada tanggal 7 November 2016 Yonif 131/Brs melaksanakan Satgas Pamtas RI-MLY di wilayah Kalbar
Pada tanggal 28 Agustus 2019 Yonif 131/Brs melaksanakan Satgas Pamtas RI-MLY di wilayah Kalbar bergabung dengan Yonif 133/YS
Pada tanggal 28 Februari 2021 Yonif 131/Brs melaksanakan Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Papua
Pada tanggal 14 Agustus 2024 Yonif 131/Brs melaksanakan Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Papua
Anggota Gugur
Pada tanggal 19 Mei 1973 didirikan Tugu Syuhada di Markas Komando Batalyon, dengan maksud untuk mengenang para Pahlawan Yonif 131/Braja Sakti yang gugur dalam mengemban tugas . Nama-nama Prajurit yang gugur di medan bhakti diabadikan pada tugu pahlawan tersebut.
Komandan
Mayor Inf Yoesoef Ali (September - Desember 1958)
Mayor Inf Katamso Dharmo (Desember 1958 - Agustus 1959)
Kapten Inf M. Noer (Agustus - Desember 1959)
Mayor Inf Moedjiman. S (Desember 1959 - Juli 1960)
Mayor Inf Soemardan (Juli 1960 - Maret 1961)
Mayor Inf Poernomo Sipur (Maret 1961 - Agustus 1962)
Mayor Inf R. Umargono (Agustus 1962 - Desember 1963)
Kapten Inf Moch. Djamil (Desember 1963 - 1965)
Mayor Inf Soemardi (1965-1966)
Mayor Inf Wijono (1966-1968)
Mayor Inf Soejono Danawangsa (1968-1969)
Mayor Inf Sartidjo Dharmo Admojo (1969-1971)
Mayor Inf Amiroedin (April 1971 - November 1974)
Letkol Inf Radion Mustafa (November 1974 - Oktober 1975)
Letkol Inf Setijana (Oktober 1975 - Agustus 1976)
Mayor Inf Osep Syaifullah (Agustus 1976 - Juni 1977)
Letkol Inf Sudibyo Utomo (Juni 1977 - 22 April 1980)
Letkol Inf Hari Sasongko (22 April 1980 - Juni 1981)
Letkol Inf Suharna (Juni 1981 - 11 September 1982)
Letkol Inf Ikasuma Hamid (11 September 1982 - 21 Mei 1983)⭐
Letkol Inf Rachmad. HS. Mokoginta (21 Mei 1983 - 1 April 1985)
Mayor Inf JP Siregar (1 April 1985 - 1 April 1986)
Mayor Inf IBK Sukawan (1 April 1986 - 4 Juni 1989)
Mayor Inf Harianto Rachman (4 Juni 1989 - 18 Juni 1990)
Mayor Inf Liliek. AS. Sumaryo (18 Juni 1990 - 19 Juni 1992)⭐⭐⭐
Letkol Inf Hatta. SY (19 Juni 1992 - 26 Juli 1994)