Sejarah
Sebagai Kesatuan Pangkalan Udara yang bertugas mendukung serta melaksanakan operasi udara, membina dan mengoperasikan seluruh satuan jajarannya serta membina potensi kedirgantaraan, Lanud Pekanbaru merasa perlu suatu keamanan dan kenyamanan kerja. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan adanya satuan/pasukan yang dapat menjaga keamanan wilayah, utamanya daerah sekitar pangkalan. Oleh karena itulah Komando Pusat Paskhasau menyerahkan Skadron Paskhasau 462 kepada Lanud Pekanbaru berdasarkan Surat Keputusan No: Skep/29/III/1985 tanggal 11 Maret 1985. Namun mengingat belum tersedianya fasilitas perumahan dan perkantoran untuk Skadron Paskhasau 462 di Lanud Pekanbaru, untuk sementara pembinaannya tetap di bawah Lanud Sulaiman, sedang di Pekanbaru ditugaskan satu team secara bergiliran selama enam bulan sekali. Kemampuan team meliputi kemampuan Pertahanan dan keamanan Pangkalan, pengendalian tempur, pengendalian pangkalan dan SAR serta tugas-tugas khusus lainnya.
Seiring dengan perkembangan di jajaran TNI AU dan arus kebebasan yang terus meningkat, maka keberadaan Skadron Paskhas harus dikembangkan pula. Untuk itu dibangun Markas Skadron Paskhasau 462 di ujung tenggara Komplek Lanud Pekanbaru. Pembangunan Markas Skadron Paskhasau 462 selesai dan siap dioperasionalkan pada awal tahun 2003.
Dengan demikian mulai bulan April 2003 markas lama Skadron Paskhasau 462 untuk sementara difungsikan sebagai Mess bagi anggota yang sudah berkeluarga sambil menunggu kesiapan fasilitas perumahan. Meski Skadron Paskhas 462 bermarkas di Lanud Pekanbaru tetapi demikian pembinaannya di bawah Wing I/Paskhas, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Sesuai dengan tugas pokoknya Paskhasau 462 mampu melaksanakan pertahanan dan keamanan pangkalan, pengamanan alutsista dan SAR. Di samping itu Paskhasau 462 mempunyai kemampuan melaksanakan pertahanan vertical maupun horizontal. Sedangkan untuk mengamankan alutsista meliputi Skadron Udara 12, Skatek 045, Satuan Radar 208 Dumai, Gudang Ammo dab fasilitas lainnya. Di samping itu juga berkemampuan untuk melaksanakan Dalpur serta tugas SAR baik darat maupun air.[2]