Batalyon Infanteri 312/KH merupakan satuan operasional yang bertugas pokok mendukung Brigif 15 Kujang II dalam menegakkan kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah darat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia di wilayah darat dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara terutama di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Pengabdian
Pengabdian Batalyon 312/KH dalam berbagai operasi untuk mempertahankan kedaulatan Bangsa dan Negara antara lain:
24 Nopember 1948 ;menumpas Gerombolan PKI Muso di Madiun.
1 September 1948; menumpas Gerombolan Bambu Runcing di Banten Selatan
13 Januari 1950; penumpasan pemberontakan DI/TII Karto Suwiryo dan Mat Item di Jawa Barat.
23 Januari 1950 s/d 28 Januari 1951, operasi penumpasan Peristiwa APRA
5 April 1952 s/d 4 April 1953. Peristiwa DI/TII Jawa Barat ke-I
5 April 1953 s/d 4 April 1956, Peristiwa DI/TII Jawa Barat –II
5 April 1956 s/d 4 April 1959, Peristiwa DI/TII Jawa Barat –III
28 Maret 1964 s/d 15 Mei 1965, Peristiwa DI/TII Jawa Barat –III
7 April 1964 s/d 21 Oktober 1965 Operasi kilat di Sulawesi Selatan dan Tenggara untuk menumpas DI/TII Kahar Muzakar
1 Oktober 1965 s/d Desember 1965. Operasi Penumpasan G.30 S/PKI
1971, menumpas Gerombolan PGRS/ Paraku di Kalimantan Barat BP
1 Juli 1974 Tugas sebagai Pasukan PBB ke Timur Tengah dengan nama Kontingen Garuda VIII.
9 September 1974 s/d 11 Juli 1975, Tugas PBB
23 Januari 1976 s/d 11 Desember 1976 Peristiwa Seroja Ke-I
12 Mei 1978 s/d 28 Maret 1979. Peristiwa Seroja Ke-II
31 Januari 1985 s/d 3 Maret 1987. Peristiwa Seroja Ke-III
31 Oktober 1990 s/d 1 Januari 1992. Peristiwa Seroja Ke-IV
7 Nopember 1996 s/d 20-12-1997 Peristiwa Seroja Ke-V
24 Juli 2000 s/d 22 September 2001.Peristiwa Konflik Aceh
18 Desember 2002 s/d 10 Maret 2004. Peristiwa Konflik Aceh
21 Oktober 2004 – 24 Oktober 2005,Peristiwa Konflik Aceh
Operasi Seroja Ke-1 Tahun 1976/1977
Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam merupakan kesatuan Kodam Siliwangi yang pertama kali di kirim ke Timor Timur dalam peristiwa Operasi Seroja 1 dengan kekuatan sebanyak 603 personil yang pengirimannya dilakukan dengan dua gelombang. Sebagai pengiriman yang pertama dilakukan pada tanggal 1 Februari 1976 dengan kekuatan 480 personil dengan pesawat Hercules yang dipimpin oleh Dan Yonif 312 Mayor Inf Kachya menuju Kupang. Kemudian sisanya diberangkatkan dengan KM Batanghari di bawah pimpinan Lettu Inf H Simbolon. Dalam Operasi Seroja 1 Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam menggantikan kedudukan Batalyon Infanteri Linud 502 Kostrad.
Sesampainya di Kupang, dengan menggunakan KRI Multatuli dan Sorong langsung ditugaskan merebut Pelabuhan Lautem dan sekitarnya dengan ditambah kekuatan 1 Det Sat Marinir, I Ton Marinir dan I Ton Tank Yon Kav-8/Kostrad. Hasil yang dicapai dalam operasi tersebut adalah kota Lautem dapat direbut dan kuasai, 31 GPK mati, 25 GPK berhasil ditawan dan 21 pucuk senjata berbagai jenis dapat dirampas. Sedangkan dari pihak kita, telah gugur 1 orang personil anggota Ton Tank Kav.[3][4]