Batalyon Zeni Tempur 19/Yudha Karya Nyata disingkat Yon Zipur 19/YKN adalah satuan setingkat Batalyon yang menjadi bagian dari Pusat Zeni Angkatan Darat, sebelumnya bernama Detasemen Zeni Tempur 4/Yudha Karya Nyata (Denzipur 4/YKN) yang dibentuk pada tanggal 28 Mei 1966, tumbuh dan berkembang menjadi Batalyon yang diresmikan pada tanggal 12 Agustus 2020.
Markas satuan bantuan tempur ini terletak di Kalawat, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.[1]
Sejarah
Dalam perkembangan operasi Militer di wilayah Sulut dan Tengah, maka sesuai surat Telegram Dirziad Nomor TR/67/1964 tanggal 12 April 1964 diperintahkan kepada Danyon Zipur-5 Dam VIII/Brawijaya untuk memperbantukan satuan Zeni setingkat Kompi ke Kodam XIII/Merdeka. Kompi Zeni yang diperbantukan berjumlah 54 orang di pimpinan oleh Lettu Czi Husni Thamrin Nrp. 18596, Kompi inilah yang setelah teorganisasi Kodam XIII/Merdeka berubah nama menjadi Detasemen Zeni Tempur A/Brawijaya.
Pimpinan TNI-AD melalui Surat Keputusan Dirziad Nomor : Kep/80/V/1966 tanggal 28 Mei 1966 membentuk satuan Zeni Organik Kodam XIII/Merdeka dengan kekuatan setingkat Detasemen yang disebut Detasemen Zeni Tempur 4.
Pada tanggal 28 Mei 1966 bertempat di Makodam XIII/Merdeka diresmikan dalam Upacara Militer di hadapan Pangdam XIII/Merdeka yang saat itu dijabat oleh Brigjen TNI Sudarmono dan dihadiri Direktur Zeni TNI-AD yang saat itu dijabat oleh Brigjen TNI Moch Suratno. Denzipur 4 pada awal pembentukan masih terbatas dalam bidang Organisasi, Personel, Materiil dan alat peralatan serta pangkalan.
Pengembangan Satuan Detasemen menjadi Batalyon dilaksanakan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/352/IV/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Pengembangan Denzipur 4/YKN Menjadi Yonzipur 19/YKN di Jajaran Kodam XIII/Merdeka.
Pada tanggal 12 Agustus 2020 bertempat di satuan Yonzipur 19/YKN diresmikan dalam Upacara Militer di hadapan Pangdam XIII/Merdeka yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI Santos G. Matondang M.M., M.Tr (Han) dan dihadiri oleh Waka Pusziad yang saat itu dijabat oleh Brigjen TNI Gregorius Henu Basworo.