Pada bulan September 2012 pengalihan kodal dari Kostrad ke Kodam VII/Wirabuana dan pada tanggal 20 Desember 2016 dialih Kodal Kembali ke Kodam XIII/Merdeka,[2] Kegiatan sosial di Brigif 22/OM membuat Kabupaten Gorontalo Utara hijau dengan penanaman pohon trembesi sepanjang jalan dan pegunungan dan penghijauan di kantor Gubernur Gorontalo, dan bakti sosial terhadap masyarakat Gorontalo yaitu dengan adanya pembersihan pasar, selokan dan penataan kota sehingga cerminan TNI masuk desa yaitu TMMD sudah merupakan kewajiban TNI sebagai pengayom di tengah-tengah masyarakat. TNI kuat dan kokoh karena TNI menyatu dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. satuan yg baru berdiri ini banyak menorehkan prestasi baik itu di bidang pertanian, perikanan, beladiri dan penghijauan di Kota Gorontalo. Bulan Maret 2014 Brigif 22/OM akan memberangkatkan Batalyon Infanteri 715/Motuliato sebanyak 650 lebih personil[3] akan diberangkat tugaskan ke Papua dalam 2 gelombang. Pengamanan di perbatasan Papua merupakan wujud pengamanan wilayah NKRI. Harapan besar masyarakat Gorontalo kepada Brigif 22/OM agar tetap menjadi bagian dari Kodam XIII/Merdeka, karena dengan beralih kodal ke kodam banyak menoreh prestasi dan banyak membantu masyarakat, sehingga masyarakat Gorontalo senang dengan kehadiran TNI ditengah-tengah masyarakat, Brigif 22/OM tetap jaya dan tegak seiring perkembangan zaman.