Karier
Setelah lulus kuliah, Asman sempat melanjutkan bisnis kedua orang tuanya berjualan emas. Dari usaha tersebut, ia dapat membangun beberapa unit bisnis seperti SPBU, rumah makan, bank kredit konvensional dan syariah, pusat kebugaran, lapangan futsal, apotek, dan alat penukaran uang. Bisnis-bisnis tersebut berkembang ke beberapa daerah di antanya yaitu Batam, Jakarta, dan Singapura. Di samping berbisnis, ia juga mengajar akuntansi di SMK Terapan Atas Kartini Batam. Di bidang bisnis, Asman telah menduduki berbagai posisi di antaranya ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Batam, ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, konseptor dan ketua tim pengkajian Zona perdagangan bebas Batam, dan ketua BAZIS Batam.[3]
Selain berkarier di bidang bisnis, Asman juga berkarier di bidang politik. Ia mengawali karier politiknya dengan menduduki Komisi B yang bertugas untuk mengurus perdagangan, pariwisata, dan industri di DPRD Batam periode 1999-2004. Di tengah tugasnya, ia dipercaya untuk menjadi wakil wali kota Batam tahun 2001. Namun setelah 2 tahun menjabat, ia mengundurkan diri karena memilih untuk menjadi anggota DPR-RI pada pemilu 2004.[1]
Asman kemudian menduduki kursi DPR-RI di bawah naungan fraksi partai PAN pada tahun 2004. Ia mejabat sebagai wakil ketua Komisi XI yang bertugas mengurus bagian keuangan, perbankan dan lembaga non-perbankan selama satu periode. Sedangkan di partainya, ia menjabat sebagai bendahara umum PAN pada tahun 2005-2010. Lebih lanjut, pada Pemilu 2009, Asman kembali terpilih menjadi wakil ketua Komisi X DPR-RI. Pada pemilu tahun 2014, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR-RI dari Dapil Kepulauan Riau dengan perolehan suara terbanyak kurang lebih 90.000 suara. Hasil tersebut membuat ia menduduki kursi Wakil Ketua Komisi IX yang mengurusi bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.[1]
Selain menjabat di DPR, Asman juga memiliki jabatan di partainya. Ia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi wakil ketua umum hasil Munas PAN tahun 2015. Kemudian, ia juga terpilih menjadi ketua tim Pemenangan Pilkada yang serentak dilaksanakan pada Desember 2015. Pada 27 Juli 2016, Asman Abnur pun terpilih sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggantikan Yuddy Chrisnandi. Ia dipilih langsung oleh Presiden Joko Widodo pada perombakan Kabinet Kerja Jilid II.[2]