Berisi nasihat-nasihat yang diucapkan oleh raja Salomo bin Daud.[3]
Sekali lagi Amsal memperingati terhadap kebejatan yang dilakukan atas nama kasih (Amsal 7:18), serta menekankan akibatnya yang merusak (Amsal 7:25–27; lihat Amsal 5:3; Amsal 5:14; Amsal 6:32–33). Kedursilaan seksual dapat dielakkan
(1) dengan komitmen teguh kepada segala yang dinyatakan baik dan benar oleh Allah (Amsal 7:1–5),
(2) dengan tidak membiarkan pikiran kita membayangkan kesenangan penuh nafsu (Amsal 7:25), dan
(3) dengan mengetahui bahwa dosa ini mendatangkan kesusahan, penyesalan, dan kematian (Amsal 7:26–27).[4]
Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.[7]
Ayat 27
Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.[8]
"dunia orang mati" dari bahasa Ibrani: שְׁא֣וֹל shə-’ōl
"ruangan-ruangan maut" dari bahasa Ibrani: חַדְרֵי khaḏ-rê (="kamar, ruang, ruang tidur") מָֽוֶת mā-wṯ (="maut")[9]
Referensi
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑(Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.