Namanya adalah Kannaz bin al-Hushain (bahasa Arab:كناز بن الحصينcode: ar is deprecated ).[3][2][1] Sejak sebelum Islam, dia berteman dekat dan bersekutu dengan Hamzah bin Abdul-Muththalib dari Kabilah Bani Hasyim. Muhammad bin Ishaq dan Muhammad bin Umar mengatakan, "Rasulullah—shallallahu alaihi wasallam—mempersaudarakan Abu Martsad dengan Ubadah bin ash-Shamit," maksudnya ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah.[1]
Al-Asqalani mengatakan, "Abu Martsad meriwayatkan satu hadis dari Nabi Muhammad." Hadisnya diriwayatkan oleh Muslim dan Al-Baghawi. Hadisnya adalah sebagai berikut.
Abu Martsad berkata, Rasulullah—shallallahu alaihi wasallam—bersabda, “Jangan kalian duduk di kuburan dan jangan salat menghadapnya.”
Al-Asqalani, Abu al-Fadhl Ahmad bin Hajar. Adil Ahmad Abdul-Maujud; Ali Muhammad Mu’awwidh (ed.). Al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah (dalam bahasa Arab). Vol.Jilid 7. 1415 H. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm.305. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-25. Diakses tanggal 2017-08-11. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Az-Zarkali, Khairuddin bin Mahmud bin Muhammad (2002). Al-A‘lām (dalam bahasa Arab). Vol.Jilid 5. Beirut: Dar el-Ilm Lilmalayin. hlm.234. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-09. Diakses tanggal 2017-08-11. ;
Ibn Sa'ad, Abu Abdillah Muhammad (1990). Muhammad Abdul-Qadir Atha (ed.). Al-Ṭabaqāt al-Kubrā (dalam bahasa Arab). Vol.Jilid 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm.35–36. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-10. Diakses tanggal 2017-08-11. ;