Abu Sinan berasal dari Bani Ghanam keturunan Bani Asad bin Khuzaimah. Nasab lengkapnya: Abu Sinan bin Mihshan bin Hurtsan bin Qais bin Murrah bin Kabir bin Ghanam bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah. Bani Asad adalah sekutu Bani Abdu Syams di Mekah.[2]
Abu Sinan wafat pada waktu pengepunan Bani Quraizhah pasca-Pertempuran Khandak, tahun 5 H pada usia 40 tahun dan dimakamkan di daerah Bani Quraizhah[3]. Berita dari Waki' bin al-Jarrah bahwa Abu Sinan adalah orang pertama dari 1.400 orang sahabat yang berbaiat kepada Nabi pada Baiat Ridwan, menurut Muhammad bin Umar, adalah berita yang lemah karena baiat itu berlangsung pada tahun 6 H. Adapun yang berbaiat pertama kali ketika itu adalah anaknya, Sinan bin Abi Sinan.[2]
Al-Asqalani, Abu al-Fadhl Ahmad bin Hajar. Adil Ahmad Abdul-Maujud; Ali Muhammad Mu’awwidh (ed.). Al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah (dalam bahasa bahasa Arab). Vol.Jilid VII. 1415 H. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm.163. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-25. Diakses tanggal 2017-08-22. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Ibn Sa'ad, Abu Abdillah Muhammad (1990). Muhammad Abdul-Qadir Atha (ed.). Al-Ṭabaqāt al-Kubrā (dalam bahasa bahasa Arab). Vol.Jilid 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm.69. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-10. Diakses tanggal 2017-08-22. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)