Khunais adalah putra dari Hudzafah bin Qais dari klan Bani Sahm, bagian dari kabilah suku Quraisy di Mekkah. Ibunya bernama Dha'ifah binti Hidzyam, juga berasal dari Bani Sahm.[1] Ia memiliki dua saudara, Abdullah dan Qais.[2]
Ia memeluk agama Islam melalui ajakan Abu Bakar[3] pada masa awal, yaitu "sebelum Rasulullah mulai berdakwah di rumah Al-Arqam".[4]
Ia ikut dalam hijrah ke Abisinia yang kedua pada tahun 616, bersama dua saudara laki-laki, tujuh sepupu, dan empat anggota Bani Sahm lainnya.[5] Khunais termasuk di antara orang-orang yang pulang ke Mekkah pada 619 "di bawah jaminan perlindungan seorang penduduk kota, atau secara diam-diam".[6] Segera setelah itu ia menikah dengan Hafshah binti Umar,[7] yang saat itu kemungkinan berusia empat belas tahun.[8]
Saat Umarhijrah ke Madinah pada 622, Khunais dan Hafshah turut dalam rombongannya.[7] Awalnya mereka menginap di rumah Rifa'ah bin Abdul Mundzir.[9] Ketika Nabi Muhammad mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, ia memasangkan Khunais dengan Abu Abs bin Jabar,[10] yaitu saudara ipar dari Muhammad bin Maslamah.[11]
Khunais adalah satu-satunya anggota Bani Sahm yang turut berperang dalam Pertempuran Badar pada Maret 624.[12]
Ia meninggal "pada awal bulan kedua puluh lima setelah peristiwa hijrahnya Nabi ke Madinah",[4] yaitu akhir Agustus 624. Ia dimakamkan di Jannatul Baqi, Madinah.[13] Ia tidak memiliki keturunan.[4] Jandanya Hafshah, kemudian menikah dengan Nabi Muhammad.[14]