Namanya diperselisihkan oleh para sejarawan. Asy-Syaibani menyebutkan namanya Arbad bin Humayyar dan Arbad bin Hamzah.[2] Ibn Sa'ad menyebutkan namanya Suwaid bin Makhsyi dan Abu Makhsyi Suwaid bin Adi.[1]
12Ibn Sa'ad, Abu Abdillah Muhammad (1990). Muhammad Abdul-Qadir Atha (ed.). Al-Ṭabaqāt al-Kubrā (dalam bahasa bahasa Arab). Vol.Jilid 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm.71. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-10. Diakses tanggal 2017-08-25.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
12Asy-Syaibani, Abu al-Hasan Ali (1994). Ali Muhammad Mu'awwidh; Adil Ahmad Abdul-Maujud (ed.). Asad al-Gābah fī Ma‘rifah al-Ṣaḥābah. Vol.1. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm.184. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-27. Diakses tanggal 2017-08-25.