Abu Burdah bin Niyar atau Hani bin Niyar adalah sahabat NabiMuhammad dengan nama aslinya Hani atau Haris dan dalam riwayat lain, disebutkan sebagai Malik. Nasab lengkapnya Hani bin Niyar bin Uqbah bin Ubayd bin Amr bin Kilab.[1] Ia berasal dari klan Balli dari suku Bani Quza'ah. Abu Burdah adalah paman dari pihak ibu Bara bin Aazib. Ia berpartisipasi dalam Bai'atAqabah Kedua.[2] Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam semua pertempuran bersama dengan Nabi termasuk pertempuran Badar, Uhud dan Khandaq. Pada hari kemenangan Mekah, Abu Burdah memegang bendera Bani Haritsah.[3] Ketika Abu Burdah menerima Islam, keduanya menghancurkan berhala suku Banu Haritsah yaitu berhala milik sukunya sendiri. Abu Burdah dikenal juga dengan riwayatnya dimana ia mendapatkan keringanan berkurban dengan seekor kambing.[4] Ia juga meriwayatkan tentang hukum cambuk (Had) yang dibatasi 10 kali cambukan.[5]
Saat Pertempuran Badar, keponakannya, Abu Umamah ingin ikut, namun dilarang Abu Burdah karena ibu Umamah sedang sakit, ia minta untuk menjaga ibunya saja, dan Nabi menyetujuinya. Seusai pertempuran, Ibunya telah meninggal lalu disolatkan Muhammad.[3]
Pada hari Pertempuran Uhud, kaum Muslimin memiliki dua ekor kuda. Satu ekor kuda bernama As-Saqb, yang bersama Nabi Muhammad, dan satu lagi bernama Mulavi', yang bersama Abu Burdah.[3][6]
Abu Burdah bin Niyar meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad pergi mengunjungi beberapa suku dan mendoakan mereka. Namun, beliau meninggalkan satu suku dan tidak pergi menemui mereka. Orang-orang dari suku tersebut merasa khawatir dan ingin tahu penyebabnya. Oleh karena itu, mereka menggeledah barang-barang milik salah seorang dari mereka dan menemukan kalung di dalam karungnya yang merupakan hasil curian. Mereka pun mengembalikan kalung itu, dan tak lama kemudian, Muhammad pun datang kepada mereka dan mendoakan mereka.[3]
Semasa Khalifah Muawiyah, Abu Burdah menemuinya dan diterima dengan baik.[7] Ia wafat di masa Muawiyah di tahun 41/45 H.