“PERIODE PURWAKARTA”
Pada tahun 1983 Yon Armed 9/Pasopati dipindahkan dari Cimahi ke Sadang Purwakarta sesuai dengan Skep Kepala Staf TNI AD Nomor: Skep/555/VII/1983. Sejak saat itu Yon Armed 9/Pasopati melanjutkan tugas dan pengabdiannya di Sadang Purwakarta. Pada periode ini Yon Armed 9/Pasopati mempunyai Markas Batalyon yang berkedudukan di Sadang Atas Purwakarta yang sekarang digunakan sebagai Markas Resimen 2/1 Kostrad. Sejak perpindahan Markas Resimen 2/1 Kostrad dari Cimahi ke Sadang, Markas Batalyon Armed 9 dipindahkan kedudukannya ke Sadang Bawah Purwakarta seperti saat ini. Senjata organik yang digunakan oleh prajurit Batalyon Armed 9/Pasopati saat ini adalah FNC dan SS-1.
Dalam hal Alutsista, periode Purwakarta memiliki sejarah penting di mana terjadi pergantian senjata yaitu dari Roket 130 mm Launcher menjadi meriam 76 mm/Gunung dan hal tersebut disahkan dengan Skep Kasad nomor: Skep / 747 / VI / 1987 tanggal 8 Juni 1987.[1]
Meriam Caesar 155 merupakan salah satu Alutsista tercanggih yang dimiliki oleh TNI AD. Pengadaan Meriam Caesar 155 mm/GS adalah bagian dari upaya modernisasi Alutsista TNI khususnya TNI AD di jajaran Batalyon Artileri Medan (Armed). Meriam Caesar 155 mm/GS diproduksi oleh perusahaan persenjataan asal Prancis, Nexter System. Rencana pengadaan meriam yang memiliki daya jangkau tembakan sejauh 39 km tersebut, ditandai dengan penandatanganan kontrak pengadaan 18 unit Meriam Caesar 155 mm/GS. Saat ini baru dua Batalyon dijajaran Kostrad yang mengoperasikan meriam Caesar 155mm, antar lain Yon Armed 12/Angicipi Yudha dan Yon Armed 9/Pasopati. Meriam modern yang menggunakan sistem komputerisasi tersebut diawaki oleh personel-personel yang profesional dan cerdas dalam bidangnya untuk senantiasa siap mempertahankan kedaulatan NKRI.