Gulungan Besar Kitab Yesaya (the Great Isaiah Scroll'), yang berisikan Kitab Yesaya lengkap, ditemukan dalam gua Qumran dekat Laut Mati dan menurut analisis radioaktif berasal dari abad ke-2 SM, memuat lengkap pasal ini.[4]
Pada waktu itu orang-orang Mesir akan seperti orang-orang perempuan; mereka akan gemetar dan terkejut terhadap tangan TUHAN semesta alam yang diacungkan-Nya kepada mereka. (TB)[6]
Yesaya memberi empat nubuat yang akan digenapi "pada waktu itu".
Orang Mesir akan takut kepada orang Yehuda ketika mereka menyadari bahwa hukuman mereka berasal dari Allah (ayat Yesaya 19:16–17).
Setelah masa penderitaan, kota-kota di Mesir akan menyembah Tuhan, dan mezbah-mezbah akan didirikan bagi Dia (ayat Yesaya 19:18–19).
Orang Mesir akan berseru kepada Allah, yang akan mengutus seorang penyelamat kepada mereka, dan banyak akan berbalik kepada Tuhan (ayat Yesaya 19:20–22).
Mesir, Asyur, dan Israel akan menyembah Tuhan bersama (ayat Yesaya 19:23–25). Sekalipun "waktu itu" di sini tidak disebutkan dengan jelas saatnya, ayat lainnya mengemukakan bahwa frasa ini mengacu kepada aneka peristiwa akhir zaman yang berhubungan dengan masa kesengsaraan (bandingkan pasal Wahyu 4:1–19:21) dan pemerintahan Kristus seribu tahun (bandingkan pasal Wahyu 20:1–15).[7]
Ayat 18
Pada waktu itu akan ada lima kota di tanah Mesir yang berbicara bahasa Kanaan dan yang bersumpah demi TUHAN semesta alam. Satu di antaranya akan disebutkan Ir-Heres. (TB)[8]
Referensi
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
↑(Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2, Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431