Kidung Agung 8:13 = Nyanyian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan
Kidung Agung 8:14 = Nyanyian mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki
Ayat 4
Terjemahan Baru: Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya? [5]
Frasa ini "membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!" terdapat tiga kali dalam kitab ini (ayat ini; Kidung Agung 2:7; Kidung Agung 3:5); kata-kata ini diucapkan oleh pihak wanita dan mengacu pada keintiman jasmaniah di antara dirinya dengan kekasihnya. Dia tidak ingin keintiman terjadi sehingga situasinya tepat, yaitu hingga dia sudah menikah dengan Salomo. Alkitab hanya mengizinkan hubungan seksual di antara suami istri.[6]
Ayat 6
Terjemahan Baru: Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN![7]
"Kegairahan" di sini dapat diartikan juga "kecemburuan" atau dapat diterjemahkan "kasih yang berahi". Kasih semacam itu tidak dapat diubah seperti kuburan (bahasa Ibrani: sheol), dari tempat ini tak seorang pun dapat melarikan diri (lihat Mazmur 16:10).[6]
"Nyala api Tuhan" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:שלהבתיהcode: he is deprecated (baca: shal·he·ḇeth·yāh), yang arti harfiahnya dalam bahasa Inggris "A flame of YAH (a poetic form of YHWH, the LORD)", tetapi dalam Alkitab Versi Raja James dan NKJV diterjemahkan sebagai "most vehement flame".[4] Dalam versi-versi Inggris yang lain dipakai kata-kata: "mighty flame", "brightest kind of flame", "very flame of the LORD", "blazing flame", dan sebagainya.[8]