Sungai Marmoyo memiliki hulu yang berada di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Dari hulunya di kawasan perbukitan Kapur Utara, sungai ini mengalir ke arah timur melintasi wilayah utara Kabupaten Jombang melewati Kecamatan Kudu, Plandaan, dan Ploso, kemudian memasuki wilayah Kabupaten Mojokerto di Kecamatan Kemlagi sebelum akhirnya bermuara di Kali Surabaya.
Panjang total aliran sungai ini mencapai sekitar 37km dengan luas daerah aliran sungai (DAS) sebesar 1.215 hektare atau sekitar 12,15 km². DAS Marmoyo merupakan bagian dari sistem DAS Brantas.
Secara geografis, wilayah yang dilalui Sungai Marmoyo berada pada koordinat antara 7° 20' hingga 7° 25' Lintang Selatan dan 112° 15' hingga 112° 30' Bujur Timur. Daerah ini memiliki kemiringan lahan rata-rata berkisar antara 2 hingga 15 persen. Kondisi topografi tersebut mempengaruhi sistem pematusan (drainase) air hujan, di mana Sungai Marmoyo berfungsi sebagai sistem drainase utama (main drain) di wilayah utara Kabupaten Jombang.[1]
Hidrologi
Sungai Marmoyo merupakan sungai utama di wilayah Jombang bagian utara. Berbagai sungai kecil yang ada di daerah tersebut bermuara ke Sungai Marmoyo, menjadikannya sebagai sistem pengendali utama aliran air di kawasan tersebut. Debit air Sungai Marmoyo sangat dipengaruhi oleh curah hujan di wilayah hulunya yang berada di kawasan perbukitan kapur.
Anak Sungai
Beberapa sungai kecil yang menjadi anak sungai Marmoyo antara lain:
Sungai Kuncir
Sungai Plandaan
Sungai Gunting
Sungai Sumberagung
Sungai Kedungudi
Kondisi Lingkungan
Kondisi Sungai Marmoyo saat ini mengalami berbagai permasalahan lingkungan yang cukup memprihatinkan. Di daerah hulu, banyak kawasan yang semula berfungsi sebagai daerah resapan air telah beralih fungsi menjadi pemukiman dan perumahan warga, terutama di sekitar Desa Marmoyo dan sekitarnya. Selain itu, permasalahan sampah juga menjadi kendala serius, di mana banyak sampah seperti ruas bambu dan batang pohon lainnya terbawa arus dan menyumbat aliran sungai.
Akibat dari alih fungsi lahan dan penumpukan sampah tersebut, terjadi pendangkalan serta penyempitan aliran sungai di beberapa titik, terutama di wilayah Kecamatan Ploso dan Kemlagi. Kondisi ini menyebabkan Sungai Marmoyo tidak mampu menampung debit air yang besar pada saat musim hujan, sehingga mengakibatkan banjir yang menggenangi pemukiman dan persawahan di sekitar aliran sungai.
Banjir
Beberapa daerah yang rawan terkena dampak banjir akibat luapan Sungai Marmoyo antara lain:
Desa Banggle, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang
Desa Pager Tanjung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang
Desa Gedangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang
Desa Jati Gedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang
Desa Mojowiryo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Desa Beratkulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Peristiwa Banjir
Pada hari Selasa, 7 Januari 2020, hujan lebat yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto, khususnya di sekitar Kecamatan Kemlagi, menyebabkan Sungai Marmoyo meluap. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah di Desa Mojowiryo terendam banjir. Luapan air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 20.50 WIB.
Ketinggian air akibat banjir bervariasi di setiap lokasi:
Di jalan kampung, ketinggian air berkisar antara 30cm hingga 50cm.
Di pemukiman warga, ketinggian air antara 10cm hingga 30cm.
Di lahan persawahan, ketinggian air mencapai 50cm hingga 70cm.[2]
Pada tahun-tahun berikutnya, banjir juga tercatat terjadi di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Marmoyo, terutama di wilayah Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, yang merupakan daerah langganan banjir kiriman dari hulu sungai.
Penelitian dan Penanganan
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menganalisis permasalahan banjir di Sungai Marmoyo. Penelitian tersebut mencakup analisis hidrologi dengan menggunakan data curah hujan dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2019 (periode 10 tahun) yang bersumber dari 4 stasiun hujan di sekitar DAS Marmoyo, yaitu:
Stasiun Ploso (Kabupaten Jombang)
Stasiun Kabuh (Kabupaten Jombang)
Stasiun Tapen (Kabupaten Jombang)
Stasiun Tanjung (Kabupaten Mojokerto)
Upaya penanganan banjir yang direncanakan meliputi pendekatan struktural maupun non-struktural. Evaluasi terhadap kondisi eksisting penampang sungai dan perhitungan kapasitas debit banjir menjadi dasar dalam merencanakan tindakan penanggulangan yang tepat untuk mengurangi risiko dan kerugian akibat banjir di sepanjang aliran Sungai Marmoyo.
Beberapa rekomendasi penanganan yang diusulkan antara lain normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembangunan tanggul di titik-titik rawan banjir, serta program penghijauan di daerah hulu untuk mengembalikan fungsi resapan air.