Sungai Kampar merupakan sebuah sungai di Indonesia, sekitar 800km di barat laut ibu kota Jakarta.[2]
Hidrologi
Sungai ini berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatra di wilayah provinsi Riau. Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan sungai Kampar Kanan dan sungai Kampar Kiri. Pertemuan ini berada di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Setelah pertemuan tersebut sungai ini disebut dengan Sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka. Sementara sekitar kawasan hulu air sungai ini dimanfaatkan untuk PLTA Koto Panjang yang mempunyai kapasitas 114 MW. Sementara di hilir menjelang muara, sungai ini terkenal dengan ombak besarnya yang bernama Ombak Bono.[1][3][4][5]
Sungai Kampar Kanan bermata air dari Gunung Gadang, memiliki luas daerah tangkapan air 5.231km². Alur utama semula mengalir ke utara kemudian
berbelok ke timur, bertemu dengan anak sungai Batang Kapur Nan Gadang, mengalir dengan kemiringan sedang melalui lembah Batubersurat. Selanjutnya bertemu dengan anak sungai Batang Mahat, mengalir ke arah timur. Para penduduk didaerah Danau Bingkuang kerap melakukan penambangan batu dan pasir secara ilegal sehingga terjadi pengikisan tepian sungai. Sungai Kampar Kiri bermata air dari Gunung Ngalautinggi, Gunung Solokjanjang, Gunung Paninjauan Nan Elok, memiliki luas daerah tangkapan air 7.053km². Dua anak sungai besar bernama Batang Sibayang dan Batang Singingi.[butuh rujukan]
Semakin ke hilir, badan sungai dan volume airnya semakin membesar karena ditambah dengan berbagai anak sungai lainnya. Sungai ini dikenal dengan gelombang Bono-nya, yaitu gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut. Bono biasanya terjadi pada saat pasang, sehingga air yang berasal dari sungai, tertekan oleh air laut. Ditambah lagi dengan dangkalnya muara mengakibatkan gelombang yang tercipta semakin tinggi.[butuh rujukan]
Sungai ini mengalir di wilayah tengah pulau Sumatra yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[9] Suhu rata-rata setahun sekitar 24°C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 26°C, and terdingin November, sekitar 22°C.[10] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2667mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah November, dengan rata-rata 402mm, dan yang terendah Juni, rata-rata 104mm.[11]
12"Tempat tempat Wisata di Kabupaten Pelalawan" (dalam bahasa Indonesian). Riau Tourism Board. 2010-07-24. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-23. Diakses tanggal 2012-06-22.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Sungai Kampar at Geonames.org (cc-by); Last updated 2013-06-04; Database dump downloaded 2015-11-27