Pada akhir Dinasti Song, karena perang, sejumlah besar orang penutur Min Pesisir di Fujian meninggalkan tanah air mereka dan berpindah ke Semenanjung Leizhou dan daerah pesisir Pulau Hainan. Mereka hidup berdekatan dengan orang-orang Ong Be atau Lingao untuk waktu yang lama, dan dialek Min Pesisir mereka bersentuhan dengan bahasa Be (yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Tai-Kadai). Selain itu, karena daerah terpencil antara mereka dan wilayah Min Pesisir inti, terdapat banyak perbedaan intonasi dan kosakata, sehingga menyulitkan untuk berkomunikasi secara paham.[2]
Bahasa Hainan dan Leizhou masih saling dipahami pada percakapan sederhana dan sehari-hari meskipun banyak kosakata yang telah sukar dimengerti.[2] Oleh karena itu, beberapa pakar percaya bahwa bahasa Hainan dan Leizhou adalah bahasa tersendiri.
Meskipun skala dan tingkat penelitian rumpun bahasa Min pada umumnya termasuk yang sangat banyak dalam linguistik Tionghoa, penelitian tentang bahasa Hainan dan Leizhou telah lama kosong dan sempat digolongkan sebagai bahasa Min Selatan. Setelah dasawarsa 1970-an, peninjauan berkala tentang bahasa Hainan dimulai.[3] Setelah itu, pakar linguistik mulai menggolongkan bahasa Hainan dan Leizhou sebagai bukan dari Min Selatan, tetapi cabang tersendiri dalam rumpun bahasa Min Pesisir. Dalam Atlas Bahasa Tiongkok yang diterbitkan pada tahun 1987, cabang Qiong–Lei mulai dimunculkan dalam kaidah genealogi linguistik.[4]
Rujukan
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Qiong–Lei". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
Catatan 1:Bahasa Hainan dan Leizhou awalnya digolongkan sebagai cabang dari Min Selatan. Keduanya kini telah dipisahkan dan terdaftar sebagai cabang Qiong–Lei, yang merupakan cabang langsung dari Min. Catatan 2:Berdasarkan Atlas Bahasa Tiongkok, baik bahasa Hainan maupun Leizhou keduanya secara terpisah mandiri dan cabang langsung dari Min, tetapi beberapa pakar mengemukakan bahwa keduanya berkerabat dekat dan seharusnya digabungkan menjadi cabang Qiong–Lei.
Catatan 1:Genealogi Haklau masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Zhangzhou dari bahasa Hokkien, cabang dari bahasa Tiochiu, ataupun bahasa transisi antara Hokkien dan Tiochiu
Catatan 2:Genealogi Zhenan digolongkan sebagai subdialek Zhejiang Tenggara dari dialek Min dalam Atlas Bahasa Tiongkok. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien. Catatan 3:Genealogi Jiangxi digolongkan sebagai cabang langsung bahasa Min dalam Atlas Bahasa Tionghoa. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien.
Catatan 1:Bahasa Hainan dan Leizhou awalnya digolongkan sebagai cabang dari Min Selatan. Keduanya kini telah dipisahkan dan terdaftar sebagai cabang Qiong–Lei, yang merupakan cabang langsung dari Min. Catatan 2:Berdasarkan Atlas Bahasa Tiongkok, baik bahasa Hainan maupun Leizhou keduanya secara terpisah mandiri dan cabang langsung dari Min, tetapi beberapa pakar mengemukakan bahwa keduanya berkerabat dekat dan seharusnya digabungkan menjadi cabang Qiong–Lei.
Catatan 1:Genealogi Manjiang masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang langsung dari Min. Catatan 2:Genealogi Datian masih diperdebatkan, dan beberapa pakar menggolongkannya sebagai cabang langsung dari Min. Catatan 3:Genealogi Zhongshan masih diperdebatkan, dan beberapa pakar menggolongkannya sebagai anggota Min Timur, Min Selatan, atau langsung sebagai cabang Min. Catatan 4:Shao–Jiang pernah digolongkan sebagai cabang Min Utara ataupun Gan, tetapi sekarang digolongkan sebagai cabang langsung Min.