Bahasa Tiochiu Pontianak (Hanzi tradisional:坤甸潮州話; Hanzi sederhana:坤甸潮州话; Peng'im: kung¹ diêng⁶ dio⁵ ziu¹ uê; Pe̍h-ūe-jī: Khun-tiān Tiô-tsiu-uē) adalah suatu dialek bahasa Tiochiu yang dituturkan oleh masyarakat Tionghoa di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Bahasa ini awalnya dituturkan oleh kaum Tiochiu yang bermigrasi dari wilayah Chaoshan di Guangdong, Tiongkok. Para migran dan keturunan mereka ini merupakan mayoritas penduduk Tionghoa di Pontianak dan sekitarnya.[5] Namun, saat ini, bahasa ini berfungsi sebagai basantara bagi seluruh masyarakat Tionghoa di Pontianak dan sekitarnya.[6] Bahasa Tiochiu Pontianak juga telah menjadi bahasa perdagangan dan pasar yang umum di Pontianak dan daerah sekitarnya, bahkan di antara masyarakat Tionghoa non-Tiochiu seperti Hakka.[7]Kaum Tiochiu terutama mendominasi pusat kota dan pinggiran selatan di Kabupaten Kubu Raya, sementara Hakka lebih terkonsentrasi di pinggiran utara di seberang Sungai Kapuas dan daerah tetangga, seperti Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang.
Tidak seperti di pulau Jawa, di mana penggunaan bahasa Tionghoa telah menurun karena peralihan bahasa dan larangan oleh Pemerintah Orde Baru, dialek Tionghoa yang dituturkan di Pontianak dan Kalimantan Barat tetap terpelihara dengan baik. Bahasa Tiochiu Pontianak terus dituturkan lintas generasi masyarakat Tionghoa di Pontianak, termasuk oleh orang yang lebih muda. Bahasa ini digunakan di sekolah dan pasar, meskipun ada pergeseran bertahap ke arah bahasa Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Campur kode antara Bahasa Tiochiu Pontianak dan bahasa Indonesia juga merupakan hal yang lumrah.[8] Bahasa Tiochiu Pontianak telah mengalami asimilasi yang besar ke dalam bahasa-bahasa setempat, membuatnya sangat berbeda dari dialek Tiochiu asli yang dituturkan di Guangdong. Ragam ini terutama merupakan hasil dari proses asimilasi bahasa yang melibatkan bahasa Melayu Pontianak, bahasa setempat juga, dan Bahasa Indonesia, bahasa nasional.[9] Selain itu, bahasa Tiochiu Pontianak telah dipengaruhi oleh ragam bahasa Tionghoa lainnya, seperti Hakka Pontianak, Hakka Singkawang, dan Mandarin,
↑Huang, Hui-chen (2013). 印尼坤甸客家話研究[Study of Hakka in Pontianak, Indonesia](PDF) (Master's thesis) (dalam bahasa Tionghoa). National Central University. hlm.19. Diakses tanggal 11 September 2019.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Chaozhou". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
Thamrin, Lily (2008). 印尼坤甸潮州方言词汇研究[Penelitian Kosakata Dialek Tiochiu Pontianak Indonesia] (PhD thesis) (dalam bahasa Tionghoa). Universitas Bahasa dan Budaya Beijing. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Catatan 1:Genealogi Haklau masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Zhangzhou dari bahasa Hokkien, cabang dari bahasa Tiochiu, ataupun bahasa transisi antara Hokkien dan Tiochiu
Catatan 2:Genealogi Zhenan digolongkan sebagai subdialek Zhejiang Tenggara dari dialek Min dalam Atlas Bahasa Tiongkok. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien. Catatan 3:Genealogi Jiangxi digolongkan sebagai cabang langsung bahasa Min dalam Atlas Bahasa Tionghoa. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien.