Serupa dengan keadaan di Singapura, istilah Hokkien umumnya digunakan oleh orang Tionghoa di Asia Tenggara untuk merujuk pada bahasa Tionghoa Min Nan (闽南语code: nan is deprecated ). Dialek ini juga dipengaruhi oleh bahasa Malaysia.
Fonologi
Bagian ini berdasarkan bahasa Hokkien Eng Choon (Yongchun) yang dituturkan di Melaka.[7][8]
Terdapat tujuh nada, lima di antaranya adalah nada panjang dan dua adalah nada cek.[5] Seperti ragam bahasa Hokkien lainnya, nada-nada ini juga mengalami sandhi nada pada posisi non-final.[5] Nilai nada (baik nada dasar maupun nada sandhi) dari nada panjang ditunjukkan di bawah ini:[9]
Nomor nada
Nada akhir/dasar
Nada non-akhir/sandhi
1
˧ (33)
˧ (33)
2
˨˧ (23)
˨˩ (21)
3
˥˨ (52)
˧˦ (34)
5
˨˩ (21)
˥˧ (53)
6
˨˩ (21)
˨˩ (21)
Pengaruh dari bahasa lain
Bahasa Hokkien Semenanjung Malaysia Selatan juga dipengaruhi oleh berbagai bahasa atau dialek yang digunakan di Malaysia. Hal ini dipengaruhi oleh bahasa Tiociu hingga taraf tertentu dan terkadang dianggap sebagai gabungan bahasa Hokkien-Tiociu (terutama di Muar, Batu Pahat, Pontian dan Johor Bahru). Terdapat beberapa kata serapan dari bahasa Malaysia, tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan bahasa Hokkien Pulau Pinang dan tidak sepenuhnya menggantikan kata-kata asli dalam bahasa Hokkien. Bahasa Hokkien juga memiliki kata serapan dari bahasa Inggris.[10]
↑Mei, Tsu-lin (1970), "Tones and prosody in Middle Chinese and the origin of the rising tone", Harvard Journal of Asiatic Studies, 30: 86–110, doi:10.2307/2718766, JSTOR2718766
Chang, Yueh-chin; Hsieh, Feng-fan (2012). "Tonal coarticulation in Malaysian Hokkien: A typological anomaly?". The Linguistic Review. 29 (1): 37–73. doi:10.1515/tlr-2012-0003.
Tan, Chee Beng (2001). "Chinese in Southeast Asia and Identities in Changing Global Context". Dalam Armstrong, M. Jocelyn; Armstrong, R. Warwick; Mulliner, Kent (ed.). Chinese Populations in Contemporary Southeast Asian Societies: Identities, Interdependence and International Influence. London and New York: Routledge. hlm.210–236. ISBN0-7007-1398-0.
Catatan 1:Genealogi Haklau masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Zhangzhou dari bahasa Hokkien, cabang dari bahasa Tiochiu, ataupun bahasa transisi antara Hokkien dan Tiochiu
Catatan 2:Genealogi Zhenan digolongkan sebagai subdialek Zhejiang Tenggara dari dialek Min dalam Atlas Bahasa Tiongkok. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien. Catatan 3:Genealogi Jiangxi digolongkan sebagai cabang langsung bahasa Min dalam Atlas Bahasa Tionghoa. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien.