Dalam linguistik, kesalingpahaman merupakan hubungan antara bahasa-bahasa atau dialek-dialek yang penuturnya dapat saling memahami tanpa harus sengaja mempelajarinya meski bahasa atau dialek tersebut memiliki perbedaan ragam, tetapi masih berkaitan satu sama lain. Kesalingpahaman biasanya dipakai sebagai kriteria paling penting untuk membedakan bahasa dengan dialek selain faktor-faktor sosiolinguistik yang juga sering dipakai.
Kepahaman antarbahasa dapat terjadi secara asimetris, misalnya saat penutur bahasa A lebih memahami bahasa B daripada penutur bahasa B memahami bahasa A. Adapun kepahaman antarbahasa yang cukup simetris berciri "saling memahami". Fenomena kepahaman antarbahasa ini muncul dalam berbagai tingkatan pada bahasa-bahasa yang serumpun atau berdekatan secara geografis di dunia, sering kali dalam konteks kontinum dialek.
Daftar bahasa yang berkesalingpahaman
Berikut ini adalah rintisan daftar bahasa yang berkesalingpahaman secara menyeluruh atau hanya sebagian.
Dialek atau laras satu bahasa yang kadang dianggap terpisah
Hindustan: Hindi, Urdu[38]—bentuk bakunya merupakan laras bahasa terpisah dari satu bahasa yang sama secara struktural (disebut bahasa Hindustan atau Hindi-Urdu), bahasa Hindi ditulis dengan aksara Dewanagari, sedangkan bahasa Urdu utamanya dengan abjad Persia.
Katalan: Valencia—bentuk bakunya merupakan satu bahasa yang sama secara struktural sehingga saling dapat dipahami. Kedua bahasa itu dianggap terpisah karena alasan politik.
Rumania: Moldova—bentuk bakunya merupakan satu bahasa yang sama secara struktural sehingga saling dapat dipahami. Kedua bahasa itu dianggap terpisah karena alasan politik.[47]
Serbo-Kroasia: Bosnia, Kroasia, Montenegro, dan Serbia—bentuk bakunya merupakan satu bahasa yang sama secara struktural sehingga saling dapat dipahami,[48] baik lisan maupun tulis (jika sama-sama menggunakan alfabet Latin).[49] Bahasa-bahasa itu dianggap terpisah karena alasan politik.[50]
Dialek-dialek bahasa Serbo-Kroasia (Kajkavia, Chakavia, Shtokavia, dan Torlakia) dianggap sebagian orang sebagai bahasa. Bentuk baku keempat dialek tersebut didasarkan pada bentuk baku dialek Shtokavia. Kesalingpahaman keempat dialek itu sangat bervariasi, baik antardialek maupun dengan bahasa lain. Dialek Kajkavia berkesalingpahaman dengan Slovenia serta dialek Torlakia (dianggap sebagian orang sebagai subdialek Shtokavia) berkesalingpahaman secara signifikan dengan Makedonia dan Bulgaria.[51]
Tagalog: Filipino[52]—sebagai bahasa nasional Filipina, bahasa Filipino didasarkan hampir seluruhnya pada bahasa Tagalog dialek Luzon.
123Alexander M. Schenker. 1993. "Proto-Slavonic," The Slavonic Languages. (Routledge), hlm. 60–121. Hlm. 60: "[The] distinction between dialect and language being blurred, there can be no unanimity on this issue in all instances..." C.F. Voegelin and F.M. Voegelin. 1977. Classification and Index of the World's Languages (Elsevier). Hlm. 311: "In terms of immediate mutual intelligibility, the East Slavic zone is a single language." Bernard Comrie. 1981. The Languages of the Soviet Union (Cambridge). Hlm. 145–146: "The three East Slavonic languages are very close to one another, with very high rates of mutual intelligibility... The separation of Russian, Ukrainian, and Belorussian as distinct languages is relatively recent... Many Ukrainians in fact speak a mixture of Ukrainian and Russian, finding it difficult to keep the two languages apart...
12Trudgill, Peter (2004). "Glocalisation and the Ausbau sociolinguistics of modern Europe". Dalam Duszak, Anna; Okulska, Urszula (ed.). Speaking from the Margin: Global English from a European Perspective. Polish Studies in English Language and Literature 11. Peter Lang. ISBN0-8204-7328-6.
↑Tezel, Aziz (2003). Comparative Etymological Studies in the Western Neo-Syriac (Ṭūrōyo) Lexicon: with special reference to homonyms, related words and borrowings with cultural signification. Uppsala Universitet. ISBN 91-554-5555-7.
↑Gavilanes Laso, J.L. (1996) Algunas consideraciones sobre la inteligibilidad mutua hispano-portuguesa[rujukan rusak] In: Actas del Congreso Internacional Luso-Español de Lengua y Cultura en la Frontera, Cáceres, Universidad de Extremadura, 175–187.
↑Maclean, Arthur John (1895). Grammar of the Dialects of Vernacular Syriac: As Spoken by the Eastern Syrians of Kurdistan, North-West Persia, and the Plain of Mosul: With Notices of the Vernacular of the Jews of Azerbaijan and of Zakhu Near Mosul. Cambridge University Press, London.
↑Jastrow, Otto (1990). Personal and Demonstrative pronouns in Central Neo-Aramaic. In Wolfhart Heinrichs (ed.), Studies in Neo-Aramaic, hlm.89–103. Atlanta, Georgia: Scholars Press. ISBN 1-55540-430-8.
↑Fox, Samuel. 2002. "A Neo-Aramaic Dialect of Bohtan", dalam W. Arnold dan H. Bobzin, "Sprich doch mit deinen Knechten aramäisch, wir verstehen es!" 60 Beiträge zur Semitistik Festschrift für Otto Jastrow zum 60. Geburtstag, Wiesbaden: Harrassowitz 165–180.
↑Takashina, Yoshiyuki.1990. "Some Remarks on Modern Aramaic of Hertevin." Journal of Asian and African Studies 40: 85–132
↑Greenfield, Jonas. 1978. "The Dialects of Early Aramaic". Journal of Near Eastern Studies, Colloquium on Aramaic Studies 37: 93–99
↑Kordić, Snježana (2004). "Pro und kontra: "Serbokroatisch" heute". Dalam Krause, Marion; Sappok, Christian (ed.). Slavistische Linguistik 2002: Referate des XXVIII. Konstanzer Slavistischen Arbeitstreffens, Bochum 10-12 September 2002. Slavistishe Beiträge; vol. 434 (dalam bahasa German). Munich: Otto Sagner. hlm.110–114. ISBN3-87690-885-X. OCLC56198470.; ; ; ; ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)