ENSIKLOPEDIA
Revolusi Velvet
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
| Bagian dari the Revolusi 1989 | |
Demonstrasi 25 November 1989 di Praha | |
| Tanggal | 17 November 1989–29 Desember 1989 (1 bulan, 2 minggu dan 5 hari) |
|---|---|
| Lokasi | Cekoslowakia (sekarang Ceko & Slowakia) |
| Peserta | Ceko dan Slowakia |
| Hasil |
|
Revolusi Beludru (bahasa Ceko: sametová revolucecode: cs is deprecated ) atau Revolusi Tenang (bahasa Slowakia: nežná revolúciacode: sk is deprecated ) adalah suatu transisi kekuasaan tanpa kekerasan di Cekoslowakia. Periode pergolakan dan transisi berlangsung dari tanggal 17 November - 29 Desember 1989. Demonstrasi massal menentang pemerintahan satu partai dari Partai Komunis Cekoslowakia menyatukan mahasiswa dan pembangkang yang lebih tua. Hasil akhirnya adalah berakhirnya kekuasaan satu partai di Cekoslowakia, dan kemudian penghapusan ekonomi terencana dan peralihan ke sebuah republik parlementer.[1] Revolusi Beludru dipicu sentimen sosial dan kecemburuan akan etinitas nasional Cekoslowakia.
Yang lebih rinci mengenai latar belakang kejadian beludru di Cekoslowakia ialah pertentangan antara kaum Ceko yang tumbuh atas dasar peradaban Austria-Jerman dan antara kaum Slowakia yang tumbuh atas dasar peradaban bangsa Magyar/Hungaria. Di mana, kaum Ceko ialah kaum yang bersifat serius, tenang dan pekerja keras dan kaum Slowakia ialah kaum yang bersifat santai, periang dan religius. Satu hal lagi mengenai latar belakang Revolusi Beludru ialah perbedaan agama dikalangan penduduk Cekoslowakia yaitu kaum Protestan Ceko dan kaum Katolik Slowakia.
Revolusi Beludru sangat diapresiasi oleh unit tertinggi PBB karena merupakan bukti pemisahan suatu negara atas negara lain secara damai dan patut ditiru.
Masa Sebelum Revolusi
Pada 25 Februari 1948, tidak ada partai oposisi yang beroperasi di Cekoslowakia. Sampai sekumpulan orang-orang yang membangkang membentuk sebuah klub musik dengan skala terbatas (karena hanya LSM yang diizinkan) dan menerbitkan majalah rumahan (Samizdat).
Piagam 77 dibatalkan oleh pemerintah dan para penandatangannya (para pembangkang) dianiaya tanpa adanya kejelasan hukum yang melindungi.
Dengan begitu, masyarakat umum tidak bisa secara terbuka mendukung para pembangkang karena takut kehilangan pekerjaannya atau dikeluarkan dari sekolah. Penulis dan pembuat film dilarang menerbitkan buku atau film mereka karena sering dianggap sebagai sikap negatif terhadap rezim sosialis. Mereka juga tidak mengizinkan warga Ceko dan Slowakia untuk bepergian ke negara-negara non-komunis. Mereka juga melarang masuknya musik dari negara asing.
Ada banyak orang dimasukkan ke dalam daftar hitam karena berbagai alasan: menjadi anak dari mantan pengusaha atau politisi non-Komunis, memiliki anggota keluarga di Barat, mendukung Alexander Dubček selama Musim Semi Praha, menentang pendudukan militer Soviet, mempromosikan agama, memboikot pemilihan parlemen yang curang, menandatangani Piagam 77, atau bergaul dengan siapa pun yang telah melakukan hal-hal tersebut.
Semua aturan ini sangat mudah diterapkan, terlebih semua sekolah, media dan bisnis berada di bawah kendali negara. Mereka semua berada di bawah pengawasan langsung dan sering digunakan sebagai senjata tuduhan terhadap para pesaing.
Pengartian dari daftar hitam sendiri secara bertahap berubah sejak diperkenalkannya Kebijakan Glasnost (keterbukaan) dan Perestroika (restrukturisasi) oleh Mikhail Gorbachev pada tahun 1985. Kepemimpinan komunis Cekoslowakia secara verbal mendukung Perestroika, namun dengan melakukan sedikit perubahan. Membicarakan Musim Semi Praha tahun 1968 adalah hal yang tabu. Demonstrasi anti-pemerintah pertama terjadi pada tahun 1988 (misalnya, Demonstrasi Lilin) dan 1989, tetapi demonstrasi ini dibubarkan dan para pesertanya ditindas oleh polisi.
Pada akhir tahun 1980-an, ketidakpuasan terhadap standar hidup dan ketidak cukupan ekonomi berubah menjadi dukungan populer untuk reformasi ekonomi. Beberapa warga mulai menentang sistem secara lebih terbuka, dan pada tahun 1989 warga yang sebelumnya merasa puas diri bersedia secara terbuka menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap rezim.
Pada awal tahun 1989, tanda-tanda pertama mencairnya hubungan mulai muncul antara komunis Cekoslowakia dan Israel. Dengan diadakannya pertemuan-pertemuan mengenai isu-isu bersama, termasuk kebebasan beragama Yahudi, ingatan akan peristiwa Holocaust, dan hubungan orang-orang Yahudi Cekoslowakia yang tersisa dengan Diaspora, termasuk komunitas Yahudi yang diperkuat di Amerika Serikat.
Sikap yang berorientasi pada reformasi juga tercermin dari banyaknya individu yang menandatangani petisi yang beredar pada musim panas tahun 1989 yang menyerukan diakhirinya sensor dan dimulainya reformasi politik fundamental.
Revolusi dipicu dari perkembangan negara-negara tetangga dan ibu kota Cekoslowakia. Sejak Agustus, warga Jerman Timur telah menduduki kedutaan besar Jerman Barat di Praha dan menuntut suaka (perlindungan untuk orang yang melarikan diri ke negara lain) ke Jerman Barat. Pada hari-hari setelah 3 November, ribuan warga Jerman Timur meninggalkan Praha dengan kereta api menuju Jerman Barat. Pada 9 November, Tembok Berlin runtuh sehingga tidak perlu lagi melakukan perjalanan memutar.
Pada tanggal 16 November, banyak negara tetangga Cekoslowakia mulai meninggalkan pemerintahan otoriter. Warga Cekoslowakia menyaksikan peristiwa ini di TV melalui saluran asing dan domestik. Uni Soviet juga mendukung perubahan dalam elit penguasa Cekoslowakia, namun mereka tidak mengantisipasi penggulingan rezim Komunis.
Tahapan Revolusi
16 November 1989
Menjelang hari pelajar internasional (peringatan 50 tahun Sonderaktion Prag, penyerbuan universitas-universitas Praha oleh Nazi pada tahun 1939), para pelajar sekolah SMA Slovak dan para mahasiswa melakukan demonstrasi secara damai di pusat kota Bratislava.
Namun partai komunis Slowakia telah memperkirakan akan terjadinya kerusuhan. Dan fakta bahwa demonstrasi itu telah diorganisir, membuat partai merasakan masalah yang lebih serius. Angkatan bersenjata disiagakan sebelum demonstrasi untuk mencegah kerusuhan. Tapi pada akhirnya, para mahasiswa bergerak melalui kota dengan damai dan mengirimkan delegasi ke kementrian Pendidikan Slowakia untuk membahas tuntutan mereka.
17 November 1989
Sebuah gerakan baru yang dipimpin oleh Václav Havel muncul. Dimana gerakan ini mengemukakan gagasan tentang masyarakat yang bersatu dimana negara akan melakukan restrukturisasi politik. Persatuan Pemuda Sosialis (SSM/SZM, perwakilan Partai Komunis Cekoslowakia) menyelenggarakan demonstrasi massal pada 17 November untuk memperingati Hari Mahasiswa Internasional dan peringatan lima puluh tahun pembunuhan mahasiswa Jan Opletal oleh pemerintah Nazi.
Sebagian besar SSM secara pribadi menentang kepemimpinan Komunis, tetapi mereka takut untuk berbicara karena adanya ancaman penganiayaan. Demonstrasi ini memberikan mahasiswa biasa kesempatan untuk bergabung dengan yang lain dan mengungkapkan pendapat mereka.
Pada jam empat sore (16.00), sekitar 15.000 orang bergabung dalam demonstrasi tersebut. Mereka berjalan ke makam Karel Hynek Mácha di pemakaman Vyšehrad. Setelah berakhirnya pawai secara resmi, mereka melanjutkan ke pusat kota Praha, dan membawa spanduk serta meneriaki slogan anti Komunis. (Sesuai dengan strategi pendiri gerakan Stuha, Jiří Dienstbier dan Šimon Pánek)
Sekitar jam tujuh tiga puluh malam (19.30), para demonstran dihentikan oleh barikade polisi anti huru hara di jalan Národní. Mereka memblokir semua jalur pelarian dan menyerang para mahasiswa. Setelah semua demonstran bubar, salah satu peserta yang merupakan agen polisi rahasia Ludvík Zifčák tergeletak di jalan. Bukan karena terluka atau berpura-pura mati, melainkan hanya pingsan. Ia dibawa oleh polisi ke ambulans.
Suasana ketakutan dan keputusasaan melahirkan berita bohong tentang seorang mahasiswa bernama Martin Šmíd yang telah meninggal. Kisah itu dibuat-buat oleh Drahomíra Dražská saat ia menunggu perawatan setelah terluka selama kerusuhan. Dražská bekerja di kampus dan menceritakan berita bohongnya kepada beberapa orang keesokan harinya, termasuk istri jurnalis Petr Uhl, seorang koresponden untuk Radio Free Europe/Radio Liberty. Kejadian ini memobilisasi masyarakat dan memicu revolusi. Pada malam yang sama, mahasiswa dan aktor teater sepakat untuk melakukan mogok kerja.
18 November 1989
Dua mahasiswa mengunjungi Perdana Menteri Ladislav Adamec di kediaman pribadinya dan menceritakan kepadanya apa yang terjadi di Jalan Národní. Aksi mogok di Realistic Theatre diumumkan, dan teater-teater lain segera mengikutinya. Teater-teater tersebut kini hanya membuka panggung mereka untuk diskusi publik.
Atas inisiatif para mahasiswa dari Academy of Performing Arts in Prague, mahasiswa di Praha melakukan mogok kerja. Aksi mogok kerja ini diikuti oleh mahasiswa universitas di seluruh Cekoslowakia. Karyawan teater dan aktor di Praha mendukung mogok kerja tersebut. Alih-alih naik ke panggung saat acara berlangsung, para aktor justru membaca proklamasi dari mahasiswa dan seniman kepada penonton, menyerukan mogok kerja umum pada tanggal 27 November.
Poster dan proklamasi yang dibuat oleh mereka dipasang pada tembok-tembok jalan. Ini dilakukan karena semua media (Radio, TV, Koran) dikendalikan secara ketat oleh Partai Komunis.
Dan pada sore hari, Radio Free Europe melaporkan terdapat seorang mahasiswa (Martin Šmíd) terbunuh oleh polisi saat demonstrasi sebelumnya. Meskipun laporan itu palsu, namun itu berhasil meningkatkan perasaan krisis dan mengundang para warga yang sebelumnya ragu-ragu untuk bergabung ke dalam aksi demonstrasi.
19 November 1989
Teater-teater di Bratislava, Brno, Ostrava, dan kota-kota lain ikut melakukan pemogokan. Anggota asosiasi seni dan sastra, serta organisasi dan lembaga lainnya ikut bergabung kedalam aksi pemogokan tersebut.
Anggota inisiatif sipil bertemu dengan Perdana Menteri, mengatakan kepada mereka bahwa ia telah dua kali dilarang mengundurkan diri dari jabatannya dan bahwa perubahan membutuhkan demonstrasi massal seperti yang terjadi di Jerman Timur (Sekitar 250.000 mahasiswa). Ia meminta mereka untuk meminimalkan jumlah “korban” selama perubahan yang diharapkan.
Sekitar 500 Seniman, ilmuwan, dan pemimpin Slowakia berkumpul di forum seni (Umelecká beseda) di Bratislava pada jam lima sore (17.00). Mereka mengecam serangan terhadap mahasiswa di Praha pada tanggal 17 November dan membentuk Public Against Violence, yang kemudian menjadi kekuatan utama di balik gerakan oposisi di Slowakia. Anggota pendirinya termasuk Milan Kňažko, Ján Budaj, dan lainnya.
Para aktor dan anggota penonton di sebuah teater di Praha, bersama dengan Václav Havel dan anggota terkemuka lainnya dari Piagam 77 dan organisasi pembangkang lainnya, mendirikan Forum Sipil (Občanské fórum yang setara dengan Gerakan Publik Melawan Kekerasan Slowakia untuk wilayah Republik Ceko) sebagai gerakan massa populer untuk reformasi. Mereka menyerukan pemecatan para pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut, dan penyelidikan independen atas insiden tersebut serta pembebasan semua tahanan politik.
Mahasiswa melakukan mogok kerja. Di televisi, pejabat pemerintah menyerukan perdamaian dan kembalinya aktivitas normal kota. Sebuah wawancara dengan Martin Šmíd disiarkan untuk meyakinkan publik bahwa tidak ada yang tewas, tetapi kualitas rekamannya rendah dan rumor terus berlanjut. Butuh beberapa hari lagi untuk memastikan bahwa tidak ada yang tewas, dan pada saat itu revolusi telah mendapatkan momentum lebih lanjut.
Para pemimpin Inisiatif Demokratik mengajukan beberapa tuntutan, termasuk pengunduran diri pemerintah yang berlaku efektif mulai 25 November dan pembentukan pemerintahan sementara yang terdiri dari anggota pemerintah saat ini yang tidak terkompromikan (anggota pemerintah yang namanya masih bersih).
20 November 1989
Mahasiswa dan teater melakukan pemogokan "permanen". Polisi menghentikan demonstrasi agar tidak berlanjut menuju Kastil Praha, yang akan memasuki area teater yang sedang mogok.
Perwakilan Forum Sipil bernegosiasi secara tidak resmi dengan Adamec tanpa kehadiran Havel, dan Adamec bersimpati terhadap tuntutan mahasiswa. Namun, ia kalah dalam pemungutan suara pada rapat kabinet khusus di hari yang sama. Pemerintah, dalam pernyataan resminya, tidak memberikan konsesi apa pun.
Forum Sipil menambahkan tuntutan: penghapusan "kedudukan penguasa" Partai Komunis dari Konstitusi. Surat kabar non-Komunis menerbitkan informasi yang bertentangan dengan interpretasi Komunis. Demonstrasi massal pertama di Praha (100.000 orang) dan demonstrasi pertama di Bratislava terjadi.
21 November 1989
Pertemuan resmi pertama Forum Sipil dengan Perdana Menteri berlangsung. Perdana Menteri setuju untuk secara pribadi menjamin bahwa tidak akan ada kekerasan yang digunakan terhadap rakyat; namun ia akan "melindungi sosialisme, yang tidak mungkin didiskusikan". Demonstrasi massa terorganisir berlangsung di Lapangan Wenceslas di pusat Praha (demonstrasi berulang terjadi di sana selama beberapa hari berikutnya). Aktor dan mahasiswa pergi ke pabrik-pabrik di dalam dan di luar Praha untuk mendapatkan dukungan bagi rekan-rekan mereka di kota-kota lain.
Sebuah demonstrasi besar meletus di Lapangan Hviezdoslav di pusat kota Bratislava (pada hari-hari berikutnya, demonstrasi tersebut berpindah ke Lapangan Pemberontakan Nasional Slowakia). Para mahasiswa menyampaikan tuntutan dan meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemogokan umum yang direncanakan pada hari Senin, 27 November. Sebuah demonstrasi terpisah menuntut pembebasan tahanan politik Ján Čarnogurský (kemudian Perdana Menteri Slowakia) di depan Istana Kehakiman. Alexander Dubček berpidato dalam demonstrasi ini, merupakan penampilan pertamanya selama Revolusi Beludru. Akibatnya, Čarnogurský dibebaskan pada tanggal 23 November. Demonstrasi lebih lanjut menyusul di semua kota besar Cekoslowakia.
Kardinal František Tomášek, primat Katolik Roma di wilayah Bohemia, menyatakan dukungannya kepada para mahasiswa dan mengeluarkan deklarasi yang mengkritik kebijakan pemerintah saat ini. Untuk pertama kalinya selama Revolusi Beludru, tuntutan "radikal" untuk menghapus pasal Konstitusi yang menetapkan "peran utama" Partai Komunis diungkapkan oleh Ľubomír Feldek pada pertemuan Publik Melawan Kekerasan.
Pada malam harinya, Miloš Jakeš, ketua Partai Komunis Cekoslowakia, menyampaikan pidato khusus di Televisi Federal. Ia mengatakan bahwa ketertiban harus dijaga, bahwa sosialisme adalah satu-satunya alternatif bagi Cekoslowakia, dan mengkritik kelompok-kelompok demonstran. Para pejabat pemerintah, terutama Kepala Partai Komunis Miloš Jakeš, tetap mempertahankan pendirian garis keras mereka. Pada malam harinya, mereka telah memanggil 4.000 anggota "Milisi Rakyat" (Lidové milice, sebuah organisasi paramiliter yang berada langsung di bawah Partai Komunis) ke Praha untuk menumpas protes, tetapi kemudian membatalkannya.
22 November 1989
Forum Sipil mengumumkan pemogokan umum selama dua jam pada hari Senin, 27 November 1989. Laporan langsung pertama dari demonstrasi di Lapangan Wenceslas muncul di Televisi Federal (yang dengan cepat diputus, setelah salah satu peserta mengecam pemerintah saat ini dan mendukung Alexander Dubček).
Para mahasiswa yang melakukan aksi mogok memaksa perwakilan pemerintah Slowakia dan Partai Komunis Slowakia untuk berpartisipasi dalam dialog, di mana perwakilan resmi langsung berada dalam posisi defensif. Karyawan bagian Slowakia dari Televisi Federal menuntut para pemimpin Televisi Federal untuk memberikan informasi yang benar tentang peristiwa di negara tersebut. Jika tidak, mereka akan memulai aksi mogok karyawan TV. Laporan langsung tanpa sensor dari demonstrasi di Bratislava pun dimulai sejak saat itu.
23 November 1989
Berita malam itu menunjukkan para pekerja pabrik mencemooh Miroslav Štěpán, Sekretaris Komunis Praha. Militer memberi tahu pimpinan Komunis tentang kesiapan mereka untuk bertindak. Militer dan Kementerian Pertahanan sedang mempersiapkan tindakan terhadap oposisi. Namun, segera setelah pertemuan itu, Menteri Pertahanan menyampaikan pidato di televisi yang mengumumkan bahwa tentara tidak akan pernah melakukan tindakan terhadap rakyat dan menyerukan penghentian demonstrasi. (tindakan yang ingin dilakukan kepada masyarakatpun tidak pernah dilakukan).
24 November 1989
Semua pimpinan tertinggi termasuk sekretaris umum Miloš Jakeš resign. Dan Karel Urbánek, seorang Komunis yang lebih moderat, diangkat sebagai Sekretaris Jenderal.
Televisi Federal menayangkan gambar dari tanggal 17 November untuk pertama kalinya dan menyajikan pidato televisi pertama Václav Havel, yang sebagian besar membahas tentang rencana pemogokan umum. Televisi dan Radio Cekoslowakia mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dengan pemogokan umum itu. Diskusi dengan perwakilan oposisi disiarkan oleh bagian Slowakia dari Televisi Federal.
Pihak oposisi diwakili oleh Ján Budaj, Fedor Gál, dan Vladimír Ondruš, sementara pihak Komunis diwakili oleh Štefan Chudoba (direktur perusahaan otomotif Bratislava), Peter Weiss (sekretaris Institut Marxis-Leninisme Partai Komunis Slowakia), dan direktur Pabrik Baja Košice. Ini adalah diskusi bebas pertama di televisi Cekoslowakia sejak awal berdirinya. Akibatnya, staf redaksi surat kabar Slowakia mulai bergabung dengan pihak oposisi.
25 November 1989
Kepemimpinan Komunis yang baru mengadakan konferensi pers, termasuk Miroslav Štěpán tetapi tidak menyertakan Ladislav Adamec, mereka tidak menanggapi tuntutan para demonstran. Kemudian pada hari itu, Štěpán mengundurkan diri sebagai Sekretaris Praha. Jumlah peserta demonstrasi anti-pemerintah reguler di Praha-Letná mencapai sekitar 800.000 orang. Demonstrasi di Bratislava mencapai puncaknya sekitar 100.000 peserta.
26 November 1989
Perdana Menteri Adamec bertemu dengan Havel untuk pertama kalinya. Staf redaksi Pravda Slowakia, surat kabar pusat Partai Komunis Slowakia, bergabung dengan oposisi.
27 November 1989
Aksi mogok umum selama dua jam yang dipimpin oleh gerakan-gerakan sipil berhasil memperkuat tuntutan yang awalnya bersifat moderat menjadi seruan untuk pemerintahan baru. Aksi mogok tersebut berlangsung di seluruh negeri antara pukul 12:00 dan 14:00, dan didukung oleh sekitar 75% penduduk.
Kementerian Kebudayaan merilis literatur anti-Komunis untuk dipinjam di perpustakaan, yang secara efektif mengakhiri puluhan tahun sensor.
Forum Sipil menunjukkan kemampuannya untuk mengganggu tatanan politik dan dengan demikian memposisikan dirinya sebagai suara sah bangsa dalam negosiasi dengan negara. Gerakan-gerakan sipil memobilisasi dukungan untuk aksi mogok umum.
28 November 1989
Majelis Federal menghapus ketentuan dalam konstitusi yang merujuk pada "peran utama" Partai Komunis, secara resmi mengakhiri pemerintahan Komunis di Cekoslowakia.
10 Desember 1989
Presiden Gustáv Husák melantik pemerintahan pertama dalam 41 tahun yang tidak didominasi oleh Partai Komunis. Ia mengundurkan diri tak lama kemudian.
29 Desember 1989
Václav Havel terpilih sebagai presiden Cekoslowakia. Ia terpilih disaat parlemen masih didominasi oleh anggota Komunis, dan mereka memberikan suara yang bulat untuk memilihnya sebagai presiden. Pengangkatan sumpah dilakukan di Kastil Praha, dengan masyarakat yang merayakan berakhirnya era otoriter selama 41 tahun di area luar kastil.
Gemerincing Kunci
Salah satu hal yang unik di dalam demonstrasi ini dan menjadi ciri khas adalah bunyi gemerincing kunci yang menandakan dukungan terhadap protes. Tindakan ini bermakna pembukaan pintu dan merupakan cara para demonstran untuk mengatakan kepada komunis “Selamat tinggal, sudah waktunya pulang”
Peristiwa ini juga diabadikan dalam koin peringatan 2 Euro yang dikeluarkan oleh Slowakia pada 17 November 2009 untuk menandai peringatan ke-20. Pada koin itu tergambarkan sebuah lonceng dengan kunci yang berdekatan dengan pemukulnya. Ursula K. Le Guin menulis sebuah cerita pendek "Membuka Udara", di mana gemerincing kunci memainkan peran sentral dalam pembebasan sebuah negara fiktif bernama Orsinia
Peran Media Asing
Siaran asing memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran publik selama akhir tahun 1980-an. Radio Free Europe, Voice of America, BBC World Service, dan lembaga penyiaran Barat lainnya menyediakan informasi tanpa sensor tentang perkembangan di Cekoslowakia dan Blok Timur yang lebih luas.
Pelaporan mereka diikuti secara luas meskipun ada upaya pengacauan siaran oleh negara. Di antara para jurnalis yang meliput Cekoslowakia untuk media-media tersebut adalah Jolyon Naegele dari Voice of America, yang wawancaranya dengan para pembangkang dan analisisnya tentang perkembangan politik menjangkau khalayak luas di dalam negeri.
Referensi
- ↑ "RP's History Online - Velvet Revolution". Archiv.radio.cz. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-17. Diakses tanggal 2013-01-19.
Pranala luar
- Velvet Revolution on web project of Institute of Contemporary History, Prague Detailed documentation, textual and visual, of the Velvet Revolution partly in English.
- Velvet Revolution on totalita.cz Detailed day-to-day history with key documents quoted (in Czech language only). Shortened version was used as a source for Chronology above.
- Velvet Revolution on Prague-life A shortened version of the Velvet Revolution.
| Latar belakang dalam | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Latar belakang internasional | |||||||
| Reformasi | |||||||
| Pemimpin pemerintahan | |||||||
| Metode perlawanan | |||||||
| Pemimpin perlawanan |
| ||||||
| Gerakan perlawanan |
| ||||||
| Peristiwa menurut lokasi |
| ||||||
| Peristiwa individual |
| ||||||
| Peristiwa selanjutnya | |||||||