Penandatanganan Deklarasi ASEAN di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 oleh lima menteri luar negeri, menandai berdirinya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Di dalamnya tertera prinsip-prinsip dasar ASEAN: kerja sama, persahabatan, dan non-intervensi.[2] Tanggal tersebut kini diperingati sebagai Hari ASEAN.[3]
Satu teori menyatakan ASEAN dibentuk sebagai bentuk solidaritas terhadap ekspansi komunis di Vietnam dan pemberontakankomunis di dalam wilayah mereka sendiri. Akan tetapi, tidak ada pernyataan tertulis dalam Deklarasi ASEAN yang menyatakan hal ini.
Isi
Mendirikan perhimpunan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN)[4][5]
Tujuan didirikannya ASEAN
Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan negara - negara Asia Tenggara.[4][5]
Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan antara negara-negara di Asia Tenggara.[4][5]
Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi.[4][5]
Saling memberikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian pada bidang pendidikan, kejuruan, teknik dan administrasi.[4][5]
Bekerja sama lebih efektif untuk mencapai daya guna lebih besar dalam bidang pertanian, industri dan perkembangan perdagangan termasuk studi dalam hal perdagangan komoditas internasional, perbaikan pengangkutan dan fasilitas komunikasi serta meningkatkan taraf hidup rakyat.[4][5]
Meningkatkan studi tentang masalah-masalah di Asia Tenggara.[5]
Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang mempunyai tujuan sama serta mencari kesempatan untuk menggerakkan kerja sama dengan mereka.[4][5]
↑"ASEAN Day". ASEAN. Diakses tanggal 11 February 2015.
1234567Ichtiar Baru Van Hoeve; Hasan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)