Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Pandemi koronavirus di Azerbaijan
Jumlah kasus yang dikonfirmasi berdasarkan wilayah
(per 2 Mei):
Pandemi koronavirus di Azerbaijan pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 28 Februari 2020 di Baku, ketika seorang warga kenegaraan Rusia telah melakukan perjalan dari Iran yang transit di Baku, Azerbaijan.[2] Pada hari yang sama, dua kasus lagi kemudian dikonfirmasi di Azerbaijan dan mereka diisolasi. Mereka adalah warga negara Azerbaijan yang kembali dari Iran. Pada hari yang sama, Azerbaijan menutup perbatasan dengan Iran selama 2 minggu.[3]
Dampak
Pada 4 Maret, tur pertama Piala Balap Sepeda Baku (seharusnya diadakan pada 7-8 Maret) dan pertandingan Kejuaraan Bola Basket Azerbaijan telah dibatalkan. Pada tanggal 10 Maret, perayaan tradisional terkait liburan Novruz di Baku dan wilayah Azerbaijan pada bulan Maret telah dibatalkan.[4]
DampakPada 13 Maret, Kejuaraan Karate Eropa ke-55 (seharusnya diadakan pada 25-29 Maret) telah dibatalkan. Juga Liga Premier Azerbaijan ditunda karena pandemi. Selain itu final untuk Piala Dunia Baku untuk senam artistik (dijadwalkan untuk 14-15 Maret) dibatalkan setelah kualifikasi telah berlangsung.[5]Dampak
Pada 17 Maret, UEFA mengumumkan bahwa UEFA Euro 2020 (Azerbaijan adalah salah satu negara tuan rumah) akan ditunda setahun karena pandemi COVID-19 di Eropa.[6]Dampak
Pada tanggal 23 Maret, penyelenggara Grand Prix Azerbaijan mengumumkan bahwa balapan telah ditunda.[7]
Selain sumbangan keuangan, kemanusiaan dan medis untuk negara-negara dan organisasi lain, Azerbaijan juga menunjukkan solidaritasnya dengan negara-negara yang memerangi pandemi coronavirus dengan menerangi Pusat Heydar aliyev dengan warna-warna bendera negara-negara yang terkena COVID-19. Proses dimulai pada 3 April 2020 dengan bendera Tiongkok dan kemudian bendera Prancis, Jerman, Iran, Italia, Rusia, Spanyol, Turki, Britania Raya, Amerika Serikat, Georgia, Uni Eropa, dan WHO diproyeksikan setiap hari ke gedung HAC dirancang oleh desainer Zaha Hadid.[9]