Garis waktu
Maret
Pada tanggal 11 Maret 2020, kasus COVID-19 yang pertama ditemukan. Pasien adalah seorang wanita berusia 52 tahun yang tiba dari kota New York pada tanggal 5 Maret. Ia tiba di rumah sakit pada tanggal 10 Maret dengan keluhan kesehatan lain yaitu diabetes dan hipertensi. Sehari kemudian pasien meninggal dunia serta menjadi kasus kematian pertama.[3] Pada tanggal 14 Maret 2020, suami serta kerabat dari pasien kasus pertama juga menunjukkan berbagai gejala yang terkait.[3]
Pada tanggal 18 Maret 2020, Otoritas Penerbangan Sipil Guyana mengumumkan ditutupnya dua bandara yang ditujukan bagi penerbangan internasional selama dua minggu.[4]
April
Pada tanggal 9 April 2020, Uni Eropa mengumumkan hibah sebesar €8 juta kepada Badan Kesehatan Umum Karibia untuk menangani koronavirus di negara-negara Karibia, yang mana Guyana adalah salah satu anggotanya.[5]
Juni
Pada tanggal 3 Juni 2020, pemerintah mengumumkan diperpanjangnya masa langkah darurat untuk mencegah penyebaran COVID-19 hingga tanggal 17 Juni.[7]