Untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah koronavirus di India
Metode
Masyarakat dilarang untuk keluar rumah mereka masing-masing
Semua layanan dan pertokoan non-esensial ditutup kecuali rumah-rumah sakit, bank, toko grosir, dan fasilitas-fasilitas penting lainnya
Penutupan perusahaan-perusahaan privat dan komersil (hanya kerja dari rumah saja diperbolehkan)
Pencutian semua institusi pendidikan, riset, dan pelatihan
Penutupan semua tempat peribadahan
Pencutian semua sarana transportasi publik dan privat
Pelarangan semua kegiatan sosial, politik, agama, hiburan, akademik, olahraga, maupun budaya selama masa karantina wilayah
Hasil
1.352 miliar penduduk dikarantina (populasi Indian)
Per 24 Maret 2020 yang lalu, pemerintah India di bawah perdana menteri Narendra Modi memerintahkan pelaksanaan karantina wilayah seluruh negeri selama 21 hari, menegakkan aturan pembatasan pergerakan daripada 1,3 miliar penduduk India sebagai langkah pencegahan penyebaran pandemi koronavirus di India.[1] Aturan itu diberlakukan pasca diadakannya jam malam publik sukarela selama 14 jam, diikuti dengan penegakan aturan pada daerah-daerah negara bagian yang terdampak Covid-19.[2][3]
Jumlah kasus ketika diberlakukannya karantina wilayah ini masih cukup rendah, di kisaran 500. Namun begitu, pemberlakuan tetap dijalankan guna mencegah situasi menjadi pandemi dan kian memburuk seperti halnya di Amerika Serikat, Cina, dan Eropa.[1]