Kepedulian Maulana terhadap masyarakat juga tertuang dengan hadirnya fasilitas pendidikan, dimulai dari pendiri Institut Agama Islam Muhammad Azim hingga SD, pondok pesantren, dan rumah tahfiz yang sudah memiliki 7 cabang. Keinginannya untuk membantu masyarakat yang lebih luas, membuatnya terjun ke dunia politik sejak 2013 dan akhirnya berhasil terpilih sebagai Wakil Wali Kota Jambi periode 2018–2023, berpasangan dengan Syarif Fasha.
Karier politik
Dalam kontestasi Pemilihan umum Wali Kota Jambi 2013, Maulana mencalonkan diri sebagai calon wakil wali kota, mendampingi wakil wali kota petahana, Sum Indra. Pasangan Sum Indra dan Maulana memperoleh 85.394 suara atau 34,14%, tetapi dikalahkan oleh pasangan Syarif Fasha dan Abdullah Sani.
Menjelang Pemilihan umum Wali Kota Jambi 2018, Maulana resmi mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil dan menjadi kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada 9 Desember 2017, Maulana mendeklarasikan mencalonkan diri sebagai calon wakil wali kota Jambi di pilkada serentak tahun 2018, mendampingi wali kota petahana, Syarif Fasha. Pasangan Fasha dan Maulana diusung oleh 10 partai politik, diantaranya Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Hanura, PKB, Partai Golkar, PPP, PKS, Partai NasDem, PBB, dan PKPI.[3] Duet pasangan ini memenangkan pemilihan Wali Kota Jambi berdasarkan rekapitulasi hasil pilwako Jambi 27 Juni 2018 oleh KPU Kota Jambi dengan memperoleh suara sebanyak 147.652 atau 55,70% dari seluruh suara sah. Mereka dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi periode 2018–2023 oleh Plt. Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada 7 November 2018.[4]
Pada tahun 2021, Maulana meninggalkan Partai Gerindra dan resmi bergabung ke Partai NasDem dengan jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPW Partai NasDem Provinsi Jambi.[5] Kemudian pada November 2023, Maulana bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN) dengan jabatan sebagai Ketua DPD PAN Kota Jambi.[6]
Dalam kontestasi Pemilihan umum Wali Kota Jambi 2024, Maulana mencalonkan diri sebagai calon wali kota berpasangan dengan seorang pengusaha muda yang juga merupakan Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Jambi, Diza Hazra Aljosha yang dideklarasikan pada 31 Juli 2024.[7] Pasangan Maulana dan Diza diusung dan didukung oleh 11 partai politik, yaitu Partai Golkar, PAN, PKS, PKB, Partai Demokrat, PPP, Partai Perindo, PSI, Partai Hanura, Partai Gelora, dan PBB.[8]
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan ini memenangkan Pilwako Jambi 2024 dengan memperoleh suara sebanyak 192.623 suara atau 73,26% dan ditetapkan sebagai calon terpilih oleh KPU Kota Jambi pada 9 Januari 2025.[9] Maulana dan Diza resmi dilantik secara serentak bersama 961 kepala daerah dari 481 daerah yang terpilih pada pilkada serentak 2024 oleh Prabowo Subianto, dalam prosesi kenegaraan di istana kepresidenan pada 20 Februari 2025.[10][11]
Pada 15 November 2025, dilaksanakannya Musyawarah Daerah (Musda) serentak PAN di Provinsi Jambi, dengan menetapkan 11 Ketua DPD PAN di tingkat kabupaten/kota. Maulana kembali terpilih sebagai Ketua DPD PAN Kota Jambi untuk masa jabatan 2025–2030 dan resmi dilantik pada 30 April 2026.[12][13]