Jembatan Simpang Joglo melintas di atas Simpang Joglo, sebuah persimpangan 7 arah di ujung utara Kota Surakarta. Simpang Joglo merupakan simpang pertemuan antara Jalan Kapten Pierre Tendean, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Manunggal, Jalan Pemugaran Utama dan Jalan Sumpah Pemuda.
Latar belakang
Sebagian jalur kereta api Gundih–Solo Balapan masih berupa jalur kereta api tunggal, dengan panjang 42 kilometer menggunakan lebar sepur 1067 mm. Jalur ini mulai beroperasi pada tahun 1870, pada Gapeka 2025, jalur ini dapat dillintasi dengan kecepatan maksimal 120 km/jam.
Peletakan batu pertama pembangunan jalur rel layang dan jembatan Simpang Joglo dilakukan pada 8 Januari 2022.[4] Pembangunan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang dengan KSO antara Hutama Karya dan Wijaya Karya.
Pada tanggal 23–24 Oktober 2024, BTP Semarang bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum RI melakukan pengujian struktur, berupa uji beban statis dan dinamis pada bentang jembatan Simpang Joglo. Uji beban dilakukan dengan membebani jembatan menggunakan 6 lokomotif CC201 dan 2 lokomotif CC300, dengan total beban tersebut mencapai 684 ton, yang setara dengan sekitar 52,6% dari kapasitas desain beban maksimum jembatan, yaitu 1300 ton.[5][6]
Spesifikasi teknis
Jalur rel layang Simpang Joglo memiliki panjang 270 meter.[7] Pada tahap awal, jalur rel layang dibuat tunggal, pembangunan jalur rel ganda masih dalam proses konstruksi.[8] Proyek ini masuk dalam rencana pembangunan jalur kereta api Gundih–Solo Balapan fase 1 yang mencakup segmen Solo Balapan–Kalioso sepanjang 10 kilometer.[9]
↑Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869.
↑Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser.
↑Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria.