Jembatan Suramadu (bahasa Jawa: Kreteg Suramadu, bahasa Madura: Tètè Suramadu; dari singkatan Jembatan Surabaya–Madura) adalah jembatan kabel pancang yang menghubungkan Surabaya di pulau Jawa dan Kabupaten Bangkalan bagian selatan di pulau Madura, Indonesia.[4] Dibuka pada Juni 2009,[5] jembatan sepanjang 5,4 kilometer ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dan terpanjang kedua di Belahan Bumi Selatan. Ini adalah jembatan pertama yang melintasi Selat Madura.[6]
Bagian jembatan kabel memiliki tiga bentang dengan panjang masing-masing 192 meter, 434 meter, dan 192 meter. Jembatan ini memiliki dua lajur, satu lajur darurat, dan satu lajur khusus untuk sepeda motor di setiap arah.[7]
Ground Breaking pembangunan jembatan ini dilakukan oleh PresidenMegawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Juni 2009.[8] Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah kisaran 4,5 triliunrupiah.[9]
Pembuatan jembatan ini dilakukan dari dua sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya.[9]
Konstruksi
Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor di setiap sisi luar jembatan.[butuh rujukan]
Jalan layang
Jalan layang pada Jembatan Suramadu dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.[butuh rujukan]
Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga fondasi pipa baja berdiameter 60cm.[butuh rujukan]
Jembatan penghubung
Jembatan penghubung pada Jembatan Suramadu menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.[10]
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang fondasi penopang berdiameter 180cm.[butuh rujukan]
Jembatan utama
Jembatan utama pada Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.[11]
Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.[butuh rujukan]
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut.[butuh rujukan]
Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.[butuh rujukan]
Tim Pakar Pembangunan Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu menjadi salah satu bukti nyata kemampuan Indonesia dalam bidang konstruksi infrastruktur dengan melibatkan beberapa ahli anak bangsa dari berbagai institusi, berikut adalah pakar yang berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Suramadu[butuh rujukan]
Prof. Ir. Indrasurya B. Mochtar, MSc, Phd (ITS) - Rekayasa Geologi Teknik
Dr. Ir. Heydi Rahadian. MSc (Litbang Trans) - Geoteknik
Prof. Dr. Ir. Gusti Putu Raka (ITS) - Teknologi Beton
Dr. Ir. Bambang Suhendro MSc, Phd (UGM) - Struktur Bangunan di Lingk.Laut
Dr. Ir. Jodi Firmasyah (UI) - Struktur Jembatan
Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA (UGM) - Rekayasa Jembatan
Prof. Said Djenie, ScD (TIM Pakar BPPT) - T.I.R.B.B
Dr. Ir Johny Wahyudi Soedarsono, DEA (UI) - Metalurgi
Dr. Ir Isdiriayani M. Nurdin (ITB) - Korosi
Prof. Dr. Yulinah Trihadiningrum , M App Sc (ITS) - Lingkungan
Dr. Ir Masyur Irsyam MSE, Phd (ITB) - Geologi Teknik
Dr. Ir. Suripin, M Eng (UNDIP) - Abrasi Pantai & Konservasi Lingk.
Dr. Dunat Indratmo, MT (ITS) - Lingkungan
Drs. Musta'in Mas'ud Msi (UNAIR) - Budaya & Antropologi
Prof. Dr. Ir. M. Iksan Semacen, MSc (UNJOYO) - Sosial Ekonomi Pertanian
KH. Abdullah Schaal - TOKOH Sosial Budaya Madura
Drs. KH. Nurmuddin A. Achman SH - TOKOH Sosial Budaya Madura
Dampak
Dengan adanya pembangunan jembatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemerataan pendapatan dan pembangunan di wilayah Surabaya ke wilayah Madura, begitu pula dengan kependudukan, mengingat wilayah Surabaya yang semakin padat dengan penduduk yang melakukan urbanisasi yang sebagian besar berasal dari wilayah Madura, pemerintah berharap dengan adanya pemerataan ekonomi ini dapat menekan laju urbanisasi tersebut.[butuh rujukan]
↑Sofyan, 4ntonsofyan@gmail.com, Anton. "Jembatan Nasional Suramadu". ma-miftahulhuda.sch.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-05-18. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)