Terowongan Juliana (bahasa Belanda:Julianatunnelcode: nl is deprecated ) merupakan sebuah terowongan kereta api peninggalan era kolonial Belanda yang terletak di bawah Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia. Terowongan ini menjadi bagian dari jalur kereta api Banjar–Cijulang dan dikenal dengan desainnya yang unik karena tidak lurus, melainkan melengkung seperti terowongan Bengkok.[1]
Terowongan ini dinamai dari Ratu Juliana dari Belanda, yang memerintah pada 1948–1980, meskipun dibangun lebih awal. Strukturnya menawarkan pemandangan alam pegunungan dan pantai yang indah, menjadikannya salah satu dari 10 terowongan kereta api terindah di Indonesia.
Sejarah
Terowongan dibangun pada tahun 1914 dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1924. Nama Juliana sendiri, diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina. Terowongan dan sekaligus jalur Banjar – Cijulang ditutup total pada 1 Januari1982. Berkali-kali reaktivasi digaungkan untuk jalur ini, tetapi tidak pernah terealisasikan.[1] Namun pada tahun 2018, pihak PT. KAI menggaungkan realisasi pengaktifan kembali jalur tersebut bersama jalur-jalur KA mati di Jawa Barat. Rencananya reaktivasi dilakukan setelah jalur kereta api Cibatu–Cikajang direaktivasi karena lahan yang masih memungkinkan dibandingkan Rancaekek–Tanjungsari dan Cikudapateuh–Ciwidey. Belum ada progres reaktivasi untuk jalur ini.[2]