Berisi petunjuk untuk mendirikan Kemah Suci yang dimulai dari pasal 25 berlanjut sampai ke pasal ini dan pelaksanaannya dicatat mulai pasal 35sampai 40.
Waktu
Penyampaian yang dicatat di pasal ini terjadi sewaktu bangsa Israel berkumpul di kaki gunung Sinai setelah ke luar dari tanah Mesir.[3] (~1447 SM)
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
"sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, sehingga menjadi empat persegi, tetapi haruslah dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya haruslah seiras dengan mezbah itu."[6]
Ayat 6
"Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau."[7]
Ayat 7
"Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya." (TB)[8]
Ayat 8
"Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun." (TB)[9]
Ayat 9
"Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya."[10]
Ayat 10
"Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi TUHAN."[11]
Istilah "pendamaian" (bahasa Ibrani: kippurim, dari kafar atau kapar, yang artinya "menutupi") mengandung gagasan "menutup dosa" dengan memberikan pembayaran yang setara (yaitu, sebuah "tebusan"), sehingga telah dibayarkan pengganti kerugian yang memadai karena pelanggaran yang dibuat (perhatikan prinsip "tebusan" dalam Keluaran 30:12; Bil 35:31; Mazm 49:8; Yes 43:3).
1) Perlunya pendamaian timbul dari kenyataan bahwa dosa-dosa Israel (Im 16:30), apabila tidak didamaikan, akan menjadikan mereka sasaran murka Allah (bandingkan Rom 1:18; Kol 3:5; 1Tes 2:16). Jadi, tujuan Hari Pendamaian ialah menyediakan suatu korban yang meliputi semua dosa yang mungkin tidak didamaikan oleh korban-korban setahun yang lalu. Dengan demikian umat Israel akan disucikan dari dosa-dosa mereka tahun lalu, mengalihkan murka Allah terhadap mereka, dan memelihara persekutuan dengan Allah (Im 16:30–34; Ibr 9:7).
2) Karena Allah ingin menyelamatkan orang Israel, mengampuni dosa mereka dan rukun kembali dengan mereka, Dia menyiapkan sebuah jalan keselamatan dengan menerima sebagai pengganti mereka kematian makhluk yang tidak bersalah (yaitu, binatang yang dikorbankan); binatang ini menanggung kesalahan dan hukuman mereka (Im 17:11; bandingkan Yes 53:4,6,11) dan menutupi dosa mereka dengan darahnya yang tertumpah.[5]
"Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu."[12]
Ayat 13
"Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus -- syikal ini dua puluh gera beratnya --; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN."[13]
"Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan kaneh bosm yang baik dua ratus lima puluh syikal,"[15]
Ayat 24
"dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin."[16]
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya."[17]
And the LORD said unto Moses, Take unto thee sweet spices, stacte, and onycha, and galbanum; these sweet spices with pure frankincense: of each shall there be a like weight:[18]
versi lain menggantikan "sweet spices" dengan "fragrant spices" atau "aromas", yang sama maknanya yaitu "rempah-rempah wangi-wangian"
"Ambillah wangi-wangian". Kata "wangi-wangian" (bahasa Ibrani:סמיםcode: he is deprecated , "samîm"; bentuk jamak dari "sam", "rempah-rempah, kemenyan, wangi-wangian, parfum") tidak memuat kata sandang
"Getahdamar" (bahasa Inggris:Stactecode: en is deprecated ; bahasa Ibrani:נטףcode: he is deprecated , "nā-ṭāp̄"). Kata bahasa Ibrani aslinya bermakna hanya "satu tetes" (Ayub 36:27), dan dapat diterapkan untuk jenis getah atau resin apapun yang dikeluarkan dari suatu pohon. Jenis getah damar ini didapatkan dari terjemahan bahasa Yunani (abad ke-3 SM) Septuaginta (LXX), στακτή, stakte, yang menunjuk pada dua jenis getah
getah alamiah dari pohon mur, yang disebutkan sebelumnya (Keluaran 30:23) "mur murni," atau "mur yang mengalir bebas;"
getah storax
Tampaknya bahan yang sama tidak mungkin disebut dengan dua nama berbeda dengan jarak hanya 10 ayat, sehingga diyakini bahwa getah yang dimaksud di sini adalah "storax". Getah ini (gum storax) dihasilkan oleh pohon dari genus Populus, dan dikenal dalam nama Latin Styrax officinalis, yang tumbuh berlimpah di Siria dan Palestina. Sering kali dipakai sebagai wangi-wangian pada zaman kuno[19]
"Kulit lokan" (bahasa Inggris:Onychacode: en is deprecated ). Kata Ibrani aslinyaשחלת, "shə-khê-leth", tampaknya berarti suatu "lokan" atau "cangkang kerang" dan sejenisnya. Terjemahan bahasa Yunani (Septuaginta) "ὄνυξ", "onyx" atau bahasa Latin: "onycha", dipakai untuk "operculum" ("penutup pintu kerang") - yaitu semacam "kuku" atau "cakar" - dari jenis kerang tertentu dari genusStrombidae, yang umum ditemukan di Laut Tengah dan sekitarnya. Jenis spesies strombus yang menghasilkan onycha pada zaman kuno diyakini adalah Unguis odoratus atau "Blatta Byzantina". Operculumkerang ini, jika dibakar, mengeluarkan bau kuat, "semacam castoreum".
Menurut buku tulisan Winifred Walker "All the Plants of the Bible", "shekheleth" merupakan sejenis "mawar karang" (rock rose), yaitu Cistus ladaniferus var. Cistus creticus, yang menghasilkan suatu getah atau resin yand disebut labdanum.[20] Bahan rempah-rempah manis ini telah digunakan dalam parfum dan kemenyan atau ukupan selama ribuan tahun. Tumbuhannya tumbuh subur di Timur Tengah, terutama di Israel dan Palestina. Mawar karang adalah semak belukar, bukan pohon, yang sesuai dengan pernyataan dalam Talmud, bahwa "shekheleth" berasal dari tumbuhan yang tumbuh rendah di tanah, bukan suatu pohon.[21] Tumbuhan ini bunganya dapat dikenali karena ada tanda-tanda pada kelopaknya yang mirip kuku jari manusia. Labdanum merupakan getah berwarna kelabu hitam yang keluar dari cabang-cabang semak mawar karang. Setelah ranum, labdanum menjadi berwarna hitam dan disebut "black amber" atau "black balsam" ("balsem hitam").[22] Gill menyatakan bahwa kata "shekheleth" tentunya berkaitan dengan kata Ibrani "shekhor" ("hitam"), "menunjukkan warna shekheleth yang digunakan dalam formula ketoret ("ukupan")".[23] "Onycha" merupakan perubahan kata"onyx" yang merupakan sebuah batu permata. "Onyx" yang paling dihargai pada zaman purba adalah "batu permata hitam".[24]Kata Ibrani untuk onyx adalah "shoham" dan “Braun melacak shoham pada bahasa Arabsachma, 'hitam; tingkat kehitaman:' 'Warna semacam itu,' menurutnya, 'adalah "onyx" Arabia, yang mempunyai warna dasar hitam.' Pada pokoknya ini sesuai dengan pernyataan Charles William King[25] 'Spesies Arabia,' katanya, 'dibentuk dari strata hitam atau biru.” [26] Mawar karang juga mempunyai identifikasi tak terpisahkan dengan batu-batu karang karena keberadaannya tergantung dari akar-akarnya di antara batu-batu itu dalam area di mana tidak ada daun-daunan lain dapat tumbuh. Setelah labdanum mengeras, bahan itu dapat diproses lagi supaya menjadi lebih "indah"[27] yang berkenaan dengan onyx atau untuk memurnikannya, "sehingga lebih harum."[28] Ketika digunakan dalam ritual suci resin-resin sering kali dicampurkan ke dalam anggur (atau bahan lain) untuk memperkuat baunya.[29]
"Getahrasamala" (bahasa Inggris:Galbanumcode: en is deprecated ). Kata Ibrani aslinyaחלבנה, "khel-bə-nāh"atau "khelb'nah", sangat dekat maknanya dengan bahasa Yunani χαλβάιη dan bahasa Latin "galbanum" sehingga merupakan alasan kuat untuk menganggap semua kata itu mengacu pada bahan yang sama. Galbanum adalah suatu getah yang terkenal pada dunia purba maupun modern. Bahan ini tercatat pada "pharmacopeia". Tampaknya dihasilkan oleh beberapa jenis tumbuhan, antara lain Opoidia galbanifera, "Galbanum Persicum", dan sebuah tumbuhan yang tumbuh di bagian utara Persia, kemungkinan besar Ferula erubeseens. Jika dibakar, galbanum menghasilkan bau kuat, yang dikatakan tidak enak bila sendirian, tetapi dapat menguatkan dan mengawetkan bau-bauan lain.[30]
"Kemenyan" (bahasa Inggris:Frankincensecode: en is deprecated ; bahasa Ibrani:לבנהcode: he is deprecated , lə-ḇō-nāh). Kemenyan digunakan luas, sebagaimana tercatat pada Keluaran 30: 1. Dihasilkan dari sebuah pohon yang pada zaman kuno banyak tumbuh di daerah Arabia, tetapi pada zaman modern hanya menghasilkan kualitas yang lebih rendah. Kemenyan terbaik sekarang ini datang dari dataran tinggi India. Dikeluarkan oleh sebuah pohon yang dinamai "salai" (Boswellia setrata atau thurifera menurut ahli botani). Ada yang mengira bahwa kemenyan yang sebagian besar diekspor dari Arabia ke negara sekitarnya sebagian merupakan dari hasil pohon ini yang diimpor oleh pedagang Arab dari Hindustan.[31]
"Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus."[32]
"Sebagian dari ukupan itu haruslah kaugiling sampai halus, dan sedikit dari padanya kauletakkanlah di hadapan tabut hukum di dalam Kemah Pertemuan, di mana Aku akan bertemu dengan engkau; haruslah itu maha kudus bagimu."[34]
"Dan tentang ukupan yang harus kaubuat menurut campuran yang seperti itu juga janganlah kamu buat bagi kamu sendiri; itulah bagian untuk TUHAN, yang kudus bagimu."[35]
"Orang yang akan membuat minyak yang semacam itu dengan maksud untuk menghirup baunya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya."[36]
Ukupan Kudus
"Ukupan Kudus" (bahasa Inggris:Holy Incensecode: en is deprecated ) mempunyai komposisi khusus dan hanya dibakar di atas "mezbah pembakaran ukupan" (Keluaran 30:1) yang terbuat dari emas (Keluaran 30:7). Komposisi ini hanya satu saja macamnya dan tidak ada yang lain sebagaimana disiratkan dalam larangan untuk "membakar ukupan yang lain" (Keluaran 30:9). Musa diberitahu bagaimana tepatnya mempersiapkan komposisi ukupan itu. Sebagaimana minyak urapan kudus terdiri dari empat bahan rempah-rempah, ukupan kudus itu juga terdiri dari empat macam rempah-rempah: getah damar, kulit lokan, getah rasamala dan kemenyan yang tulen, masing-masing dalam jumlah sama banyaknya (Keluaran 30:34). Cara pembuatannya juga secara profesional "seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah" (bahasa Inggris:art of the apothecarycode: en is deprecated , "cara pengerjaan apoteker"; Keluaran 30:35) Satu bagian daripadanya harus di-"giling sampai halus", dan diletakkan di hadapan "tabut hukum" atau "tabut perjanjian", yaitu pada mezbah pembakaran ukupan dari emas yang ditempatkan tepat di depan tirai pemisah Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus (Keluaran 30:36). Larangan lain ditambahkan, mirip dengan yang telah diberikan mengenai minyak urapan kudus, yaitu tidak seorangpun diizinkan membuat campuran itu untuk kepentingan pribadi, dengan ancaman "harus dilenyapkan dari antara bangsanya" (Keluaran 30:37-38).[18][31]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857