Gambar sebuah gulungan Taurat modern, terbuka pada halaman yang memuat "Kidung Laut" (Keluaran 15:1-19) jelas dengan penataan khusus. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896.
Berisi kisah perjalanan orang Israel keluar dari tanah Mesir, setelah mereka tiba di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai.
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi sesudah bangsa Israel meninggalkan tanah Mesir,[3] setelah hari yang kelima belas bulan yang kedua (~25 Mei1446 SM)[4]), lebih dari sebulan sejak mereka keluar dari tanah Mesir.[5]
Secara khusus dalam pasal ini disebutkan gelar "mertua Musa" (dalam bahasa Ibrani: "חתן משה", khō·ṯênmosyeh) berulang-ulang sampai 13 kali untuk Yitro.[9] Hal ini bukan sekadar untuk memberikan keterangan melainkan lebih ke arah penghormatan khusus kepada seseorang yang berotoritas.[10] Sewaktu Musa melarikan diri dari Mesir sebagai pengembara tanpa rumah ke Midian, Yitro menerimanya sebagai anggota keluarga, bahkan memberikan salah seorang putrinya diperistri Musa.[11] Karenanya, Musa memandang Yitro sebagai figur ayah yang berwenang, sehingga segala nasihatnya dipatuhi oleh Musa:
Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.[12]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857