[Berfirmanlah Tuhan kepada Musa:] "dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan." (TB)[5]
Pengertian "dipenuhi dengan Roh Allah" di sini artinya diperlengkapi dan diberi kemampuan rohani untuk pelayanan khusus bagi Allah. Memang, di bawah perjanjian yang baru patut untuk berdoa agar Roh Kudus akan memberikan kita baik kepandaian jasmaniah maupun karunia-karunia rohani untuk memenuhi kehendak Allah bagi kita.[6]
Ayat 6
[Berfirmanlah Tuhan kepada Musa:] "Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:" (TB)[7]
Ayat 18
Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu yang ditulisi oleh jari Allah. (TB)[8]
Ilustrasi
Musa menerima kedua loh hukum Allah, loh batu yang ditulisi oleh jari Allah.
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857