Gambar sebuah gulungan Taurat modern, terbuka pada halaman yang memuat "Kidung Laut" (Keluaran 15:1-19) jelas dengan penataan khusus. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896.
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi beberapa waktu sebelum bangsa Israel meninggalkan tanah Mesir sampai beberapa saat setelah keluar dari Mesir.[4] (~25 April1446 SM[5])
Struktur
Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
[Berfirmanlah TUHAN:] "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun."[6]
Karena Paskah menandai awal baru bagi Israel, bulan ketika hal itu terjadi (bulan Abib atau Nisan; jatuh pada bulan-bulan Maret-April dalam penanggalan Indonesia) menjadi "bulan pertama" dari tahun baru bagi bangsa tersebut—dimaksudkan untuk mengingatkan umat itu bahwa keberadaan mereka sebagai umat Allah adalah hasil pembebasan mereka dari Mesir oleh tindakan penebusan-Nya yang perkasa.[3]
Ayat 5
[Berfirmanlah TUHAN:] "Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing." (TB)[7]
Ayat 6
[Berfirmanlah TUHAN:] "Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja." (TB)[8]
"Mengurung" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:משמרתcode: he is deprecated mish·me·reth dengan arti: "menjaga, mengawasi, mengamat-amati", juga dapat bermakna "tugas, perintah", sehingga dapat dipahami sebagai "menjaga, memelihara dengan cermat sebagaimana dilakukan oleh seorang petugas".[9]
"Pada waktu senja" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:בין הערביםcode: he is deprecated bên hā-‘ar-bā-yim.. Kata "ben" berarti "di antara". Kata "arbayim" merupakan bentuk jamak (bentuk ganda/dual) dari kata "ereb" (kata tunggal maskulin yang artinya "petang", yaitu "sejak matahari terbenam", juga sama dengan akar kata untuk "magrib"). Frasa ben arbayim secara harfiah berarti "di antara saat-saat matahari terbenam" (bahasa Inggris:between the two eveningscode: en is deprecated ), yaitu "antara saat matahari mulai terbenam sampai benar-benar gelap".[10][11] Kelompok Farisi dan Rabinis menyebut waktu ketika matahari mulai turun sebagai "senja pertama" (bahasa Inggris:first eveningcode: en is deprecated ; di sini bahasa Arab mempunyai dua kata yaitu "senja kecil"/"little evening" dan "ketika matahari mulai menjelang petang"/"when it begins to draw towards evening"; bahasa Yunani:deile prioiacode: el is deprecated ); dan "senja kedua" adalah saat matahari benar-benar terbenam (bahasa Inggris:real sunsetcode: en is deprecated ; bahasa Yunani:deile opsiacode: el is deprecated ).[12][11] Menurut kelompok Karait dan Samaria, merupakan waktu di antara penyembelihan domba Paskah (Keluaran 12:6; Imamat 23:5; Bilangan 9:3) dan persembahan korban petang (Keluaran 29:39, 41; Bilangan 28:4), yang didukung oleh perkataan pada Ulangan 16:6).[11] Ada kemiripan dengan istilah Ibrani untuk "pagi ganda" (double morning)[13][11]
Ayat 18
"Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang." (TB)[14]
"Pada waktu petang" diterjemahkan dari bahasa Ibrani:בָּעֶ֔רֶבcode: he is deprecated bā-‘e-reḇ. Kata "ereb" (bentuk tunggal maskulin) secara umum berarti "petang" (bahasa Inggris:eveningcode: en is deprecated ) yaitu sejak matahari terbenam.[10][11]
Ayat 37
Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak. (TB)[15]
Ayat 38
Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi. (TB)[16]
Ayat 40
Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun. (TB)[17]
Dan pemukiman bani Israel yang diam di-Mesir tiga-puluh tahun dan-empat ratus tahun.
Ayat 40 catatan
"diam di Mesir": diterjemahkan dari bahasa Ibrani אשר ישבו במצרים ’ă-sheryā-šə-ḇū bə-miṣ-rā-yim, "yang diam di Mesir", menunjukkan pemukiman "bangsa Israel", sejak saat Abraham meninggalkan negeri asalnya untuk bermukim di Kanaan, sampai pembebasan keturunannya, yang berdiam lama di Mesir, secara keseluruhan berjumlah 430 tahun, sebagaimana dijelaskan oleh rasul Paulus pada Galatia 3:17.[19] Versi Septuaginta (abad ke-3 SM) memuat "dan di tanah Kanaan"; Taurat Samaria memuat, "pemukiman bani Israel, dan bapa-bapa mereka, di tanah Kanaan, dan di tanah Mesir", yang didukung oleh satu bagian Talmud: "di Mesir dan di semua negeri"[20] maupun yang lain: "di Mesir, dan di negeri sisanya";[21] serta tafsiran Aben Ezra.[22]
"Empat ratus tiga puluh tahun": Ini bukan masa tinggal bani Israel di Mesir, melainkan adalah masa mereka dan para bapa mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub, berdiam di Mesopotamia, di Kanaan, dan di Mesir, di tanah asing, di tanah yang bukan milik mereka, sebagaimana pada Kejadian 15:13 diberikan dalam bentuk nubuat.[22] Abraham keluar dari Haran ketika berusia 75 tahun, Kejadian 12:4 dan setelah tiba di Kanaan, berusia 100 tahun ketika Ishak lahir; rentang waktu dari kelahiran Ishak ke kelahiran Yakub adalah 60 tahun, Kejadian 25:26, dan Yakub tiba di Mesir ketika berusia 130 tahun, Kejadian 47:9, yaitu 215 tahun setelah nubuat Kejadian 15:13 diberikan (lihat pula Kisah Para Rasul 7:6, Galatia 3:17).[22] Sejarawan Yahudi-Romawi, Flavius Yosefus (37-100 M), menulis "Mereka meninggalkan Mesir pada bulan Xanthicus,[23] pada hari kelima belas bulan lunar itu; empat ratus dan tiga puluh tahun setelah leluhur kami Abraham tiba di Kanaan, tetapi hanya dua ratus lima belas tahun setelah Yakub pindah ke Mesir. Saat itu adalah tahun kedelapan puluh usia Musa, dan usia Harun tiga tahun lebih tua. Mereka juga membawa tulang-tulang Yusuf bersama mereka, sebagaimana ia telah memerintahkan putra-putranya untuk dilakukan.".[24]
Ayat 41
"Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir." (TB)[25]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
12The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
Brown, Francis; Briggs, Charles A.; Driver, S. R. (1994). The Brown-Driver-Briggs Hebrew and English Lexicon (Edisi reprint). Hendrickson Publishers. ISBN978-1565632066.