ENSIKLOPEDIA
Juanda International Airport
Bandar Udara Internasional Juanda Juanda International Airportcode: en is deprecated | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Informasi | |||||||||||
| Jenis | Publik / Militer | ||||||||||
| Pemilik | Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (dibawah Puspenerbal)[1] | ||||||||||
| Pengelola | Injourney Airports | ||||||||||
| Melayani | Gerbangkertosusila Sebagian utara Kabupaten Pasuruan Kota Pasuruan | ||||||||||
| Lokasi | Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia | ||||||||||
| Dibuka | 7 Februari 1964; 62 tahun lalu (1964-02-07) | ||||||||||
| Maskapai penghubung | |||||||||||
| Basis operasi untuk | |||||||||||
| Zona waktu | WIB (UTC+07:00) | ||||||||||
| Ketinggian dpl | 3 mdpl | ||||||||||
| Koordinat | 07°22′47″S 112°47′13″E / 7.37972°S 112.78694°E / -7.37972; 112.78694 | ||||||||||
| Situs web | www | ||||||||||
| Peta | |||||||||||
Jawa daerah di Indonesia | |||||||||||
| Landasan pacu | |||||||||||
| |||||||||||
| Statistik (2017) | |||||||||||
| |||||||||||
Bandar Udara Internasional Juanda (IATA: SUB, ICAO: WARR), adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur. Bandara ini merupakan bandara tersibuk ketiga di Indonesia (setelah Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai) yang merupakan pintu gerbang utama menuju Jawa Timur baik dari penerbangan domestik maupun internasional. Bandara ini terletak sekitar 15 kilometer dari Kota Surabaya dan melayani wilayah Gerbangkertosusila yang berperan sebagai salah satu pintu gerbang utama penerbangan menuju bagian timur Indonesia. Bandara Internasional Juanda dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I. Nama bandara ini diambil dari nama Djuanda Kartawidjaja, Perdana Menteri Indonesia terakhir yang mengusulkan pembangunan bandara ini. Pada 2019, bandara ini melayani sekitar 500 pesawat per hari.
Sejarah
Rencana untuk membangun satu pangkalan udara baru yang bertaraf internasional sebenarnya sudah digagas sejak berdirinya Biro Penerbangan Angkatan Laut RI pada tahun 1956. Namun demikian, pada akhirnya agenda politik pula yang menjadi faktor penentu realisasi program tersebut. Salah satu agenda politik itu adalah perjuangan pembebasan Irian Barat. Berangkat dari tujuan membantu operasi TNI dalam pembebasan Irian Barat, pemerintah menyetujui pembangunan pangkalan udara baru di sekitar Surabaya. Saat itu terdapat beberapa pilihan lokasi, antara lain: Gresik, Bangil (Pasuruan) dan (Surabaya). Setelah dilakukan survei, akhirnya pilihan jatuh pada Surabaya.
Proyek pembangunan yang berikutnya disebut sebagai “Proyek Waru” tersebut merupakan proyek pembangunan lapangan terbang pertama sejak Indonesia merdeka. Proyek ini bertujuan menggantikan pangkalan udara yang tersedia di Surabaya adalah landasan udara peninggalan Belanda di Morokrembangan dekat Pelabuhan Tanjung Perak, yang sudah berada di tengah permukiman yang padat dan sulit dikembangkan. Pelaksanaan proyek Waru, melibatkan tiga pihak utama, yaitu: Tim Pengawas Proyek Waru (TPPW) sebagai wakil pemerintah Indonesia, Compagnie d’Ingenieurs et Techniciens (CITE) sebagai konsultan, dan Societe de Construction des Batinolles (Batignolles) sebagai kontraktor. Kedua perusahaan asing terakhir, merupakan perusahaan asal Perancis. Dalam kontrak yang melibatkan tiga pihak tersebut, ditentukan bahwa proyek harus selesai dalam waktu empat tahun (1960-1964).
Untuk membangun pangkalan udara dengan landasan pacu yang besar (panjang 3000 meter dan lebar 45 meter) ini membutuhkan pembebasan lahan yang luas keseluruhannya mencapai sekitar 2400 hektar. Lahan tersebut tidak hanya berbentuk tanah, tetapi juga sawah dan rawa. Selain itu juga dibutuhkan pasir dan batu dalam jumlah yang besar. Pasirnya digali dari Kali Porong dan batunya diambil dari salah satu sisi Bukit Pandaan yang, kemudian diangkut dengan ratusan truk proyek menuju Waru. Jumlah pasir dan batu yang diperlukan sekitar 1.1200.000 meter kubik atau 1.800.000 ton. Konon Jumlah pasir sebanyak itu bisa digunakan untuk memperbaiki jalan Jakarta-Surabaya sepanjang 793 Km dengan lebar 5 m dan kedalaman 30 cm. Sedangkan jarak tempuh seluruh truk proyek, bila digabungkan adalah sekitar 25 juta Km atau 600 kali keliling bumi.
Dengan kegiatan proyek yang berlangsung siang-malam dan dukungan kerjasama dari berbagai pihak (Pemerintah Kota Surabaya, Komando Resor Militer (Korem) Surabaya, Otoritas Pelabuhan dan masyarakat pada umumnya), akhirnya proyek tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Pada tanggal 22 September 1963, berarti tujuh bulan lebih cepat, landasan tersebut sudah siap untuk digunakan. Sehari kemudian satu sortie penerbangan, yang terdiri empat pesawat Fairey Gannet ALRI, di bawah pimpinan Mayor AL (Pnb) Kunto Wibisono melakukan uji coba pendaratan untuk pertama kalinya.
Di tengah proses pembangunan bandara ini, sempat terjadi krisis masalah keuangan. Ketika itu bahkan pihak Batignolles sempat mengancam untuk hengkang. Penanganan masalah ini pun sampai ke Presiden Sukarno. Dan Presiden Sukarno kemudian memberikan mandat kepada Waperdam I Ir. Djuanda untuk mengatasi masalah ini hingga proyek ini selesai. Pada tanggal 15 Oktober 1963, Ir. Djuanda mendarat di landasan ini dengan menumpangi Convair 990 untuk melakukan koordinasi pelaksanaan proyek pembangunan. Tidak lama setelah itu, pada tanggal 7 November 1963 Ir. Djuanda wafat. Karena dianggap sangat berjasa atas selesainya proyek tersebut dan untuk mengenang jasa-jasa dia, maka pangkalan udara baru tersebut diberi nama Pangkalan Udara Angkatan Laut (LANUDAL) Djuanda dan secara resmi dibuka oleh Presiden Sukarno pada tanggal 12 Agustus 1964. Selanjutnya pangkalan udara ini digunakan sebagai pangkalan induk (home base) skuadron pesawat pembom Ilyushin IL-28 dan Fairey Gannet milik Dinas Penerbangan ALRI.
Dalam perkembangannya muncul keinginan maskapai Garuda Indonesia Airways (GIA) untuk mengalihkan operasi pesawatnya (Convair 240, Convair 340 dan Convair 440) dari lapangan terbang Morokrembangan yang kurang memadai ke Djuanda. Namun, karena dalam pembangunannya tidak direncanakan untuk penerbangan sipil, Lanudal Djuanda tidak memiliki fasilitas untuk menampung penerbangan sipil sehingga kemudian otoritas pangkalan saat itu berinisiatif merenovasi gudang bekas Batignolles untuk dijadikan terminal sementara. Dan jadilah Lanudal Djuanda melayani penerbangan sipil yang pengelolaannya sejak 7 Desember 1981 dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan RI. Pada 1 Januari 1985, pengelolaan bandara komersial ini dialihkan kepada Perum Angkasa Pura I berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1984. Seiring waktu berjalan, frekuensi penerbangan sipil disana pun bertambah. Hingga akhirnya dibangun terminal khusus untuk melayani penerbangan sipil dan melayani juga penerbangan internasional. Pada 24 Desember 1990, Bandara Juanda ditetapkan sebagai bandara internasional dengan peresmian terminal penerbangan internasional.
Terminal 1

Terminal 1 Bandara Juanda dibuka pada tahun 2006. Terminal ini terletak di sebelah utara landasan pacu. Terminal ini dipakai untuk semua keberangkatan domestik dan terbagi menjadi 3 Pintu Keberangkatan, yaitu Terminal 1A, 1B, dan 1C. Terminal 1A digunakan untuk maskapai Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air Service. Terminal 1B digunakan untuk maskapai Indonesia AirAsia, Sriwijaya Air, NAM Air, Wings Air, Super Air Jet, Airfast Indonesia, Susi Air, dan maskapai Charter lainnya. Terminal 1C digunakan untuk maskapai Lion Air dan Batik Air. Beberapa tahun kemudian, semakin banyak rute penerbangan dari dan ke Surabaya. Baik domestik, maupun internasional. Hal ini membuat terminal ini menjadi overload. Kapasitas sebenarnya hanya 6 juta penumpang/tahun. Namun pada tahun 2013, jumlah penumpang yang berangkat dan datang menjadi 17 juta penumpang/tahun. Akhirnya pemerintah memutuskan membangun terminal 2 yang berada di terminal lama bandara juanda. Terminal lama dibongkar dan dibangun terminal 2. Pada tahun 2019, Terminal 1 dilakukan renovasi dan perluasan hingga kearah timur diakibatkan jumlah penumpang yang semakin banyak dan naik, setelah selesai pada tahun 2021, dari sebelumnya memiliki luas 67.000 meter persegi, kini bertambah menjadi 91.700 meter persegi. Selain itu, luas ruang tunggu juga bertambah menjadi 19.940 meter persegi serta memiliki 15 Gate Keberangkatan dari sebelumnya 16.340 meter persegi yang memiliki 12 Gate Keberangkatan, dan menghadirkan area anak-anak atau playground sebanyak dua area. Diperkirakan dengan perluasan ini dapat menampung 13,6 Juta Penumpang.[2]
Terminal 2

Terminal 2 mulai dibangun sejak tahun 2011 yang berada di terminal lama bandara Juanda dan terletak di sebelah selatan landasan pacu. Terminal lama dibongkar dan dibangun terminal 2. Terminal ini dibangun untuk mengurangi kepadatan penumpang di terminal 1 yang sudah overload dan dipakai untuk semua keberangkatan Internasional, termasuk Umroh dan Haji. Terminal ini memiliki 9 Gate Keberangkatan. Setelah tertunda beberapa bulan, terminal ini dijadwalkan beroperasi tanggal 14 Februari 2014. Namun karena abu letusan Gunung Kelud, terminal ini ditunda operasinya hingga beberapa hari. Terminal ini akan menampung 6 juta penumpang/tahun. Terminal ini sempat ditutup untuk sementara waktu pada tahun 2020-2021 diakibatkan Pandemi COVID-19 yang melonjak tinggi, sehingga tidak melayani penerbangan internasional dan semua keberangkatan domestik Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia yang awalnya berada di Terminal ini dipindahkan ke Terminal 1, tetapi pada akhir tahun 2021, Terminal ini kembali beroperasi untuk melayani penerbangan internasional.
Maskapai
Notes:
Statistik
Pada tahun 2006, sektor domestik antara Surabaya dan Jakarta adalah rute udara tersibuk keempat di Asia dengan lebih dari 750 penerbangan mingguan. Jumlah penumpang mencapai puncaknya pada tahun 2018 yaitu sebanyak 20.951.063 penumpang dengan rincian 18.713.517 (89,32%) penumpang domestik dan 2.237.546 (10,68%) penumpang internasional.[87] Jumlah penumpang mengalami penurunan sejak tahun 2019 karena harga tiket pesawat domestik yang melonjak naik,[88] terlebih lagi Pandemi Covid-19 mengakibatkan menurunnya kinerja semua industri penerbangan.

Berikut ini adalah statistik Bandara Internasional Juanda dari tahun 1999 sampai 2024.
| Tahun | Jumlah Penumpang | Jumlah Kargo (ton) | Pergerakan Pesawat |
|---|---|---|---|
| 1999 | 2.137.353 | 40.549 | 52.284 |
| 2000 | 2.712.074 | 31.185 | 54.154 |
| 2001 | 3.301.435 | 37.767 | 62.141 |
| 2002 | 4.746.113 | 43.089 | 75.921 |
| 2003 | 6.584.711 | 42.910 | 82.779 |
| 2004 | 8.562.747 | 63.950 | 97.421 |
| 2005 | 8.217.415 | 66.647 | 99.485 |
| 2006 | 8.986.650 | 71.574 | 91,209 |
| 2007 | 8.823.228 | 58.815 | 87.687 |
| 2008 | 9.122.196 | 62.289 | 69.726 |
| 2009 | 10.562.906 | 62.357 | 76.754 |
| 2010 | 12.072.059 | 76.774 | 84.958 |
| 2011 | 13.778.287 | 95.146 | 103.846 |
| 2012 | 16.222.284 | 102.133 | 141.365 |
| 2013 | 17.601.581 | 121.935 | 155.421 |
| 2014 | 17.234.825 | 92.439 | 117.825 |
| 2015 | 17.143.911 | 130.398 | 137.051 |
| 2016 | 19.483.844 | 96.280 | 148.602 |
| 2017 | 20.127.928 | 97.650 | 148.730 |
| 2018 | 20.951.063 | 116.324 | 156.619 |
| 2019 | 16.626.186 | 88.496 | 129.719 |
| 2020 | 6.801.099 | 69.228 | 65.310 |
| 2021 | 5.446.196 | 70.244 | 55.942 |
| 2022 | 10.794.111 | 68.413 | 78.028 |
| 2023 | 14.012.186 | 67.522 | 96.391 |
| 2024 | 14.032.818 | 81.415 | 94.726 |
| 2025 | 13.462.839 |
Sumber diolah dari: PT Angkasa Pura 1 dan lainnya[89][90][91][92]
Transportasi Darat
Jalan Raya dan Tol
Bandara Juanda terkoneksi dengan Jalan Tol Waru-Juanda menuju ke Surabaya sepanjang 15 km, yang menghubungkan Juanda dengan sistem jalan tol Surabaya-Gresik, Surabaya-Malang dan Surabaya-Mojokerto.
Bandara ini juga dihubungkan dengan Jalan Raya Waru untuk ke Surabaya dan Jalan Letjen S. Parman ke Sidoarjo. Simpang susun Aloha dibangun mulai tahun 2022 untuk memperlancar arus keluar masuk ke Bandara.[93]
Bus
Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat untuk mengantarkan penumpang dengan Terminal Purabaya menuju Kota Surabaya yang dimulai sejak bulan November 2006. Lalu ditambah dengan rute menuju Terminal Bunder di Kabupaten Gresik, Terminal Kertajaya di Kota Mojokerto, dan Rest Area Sukapura untuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Kabupaten Probolinggo.
Taksi
Taksi Primkopal Juanda memberlakukan tarif tetap ke berbagai macam tujuan di kota Surabaya dan daerah sekitarnya termasuk Malang, Blitar, Jember, Tulungagung. Berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia. Tiket taksi dapat dibeli di loket yang terletak di pintu keluar bandara.
Sewa Mobil
Terdapat penyewaan mobil beserta sopir dengan harga relatif terjangkau, dan merupakan transportasi alternatif bila ingin berkeliling Surabaya maupun ke kota terdekat seperti Malang. Kios-Kios penyewaan yang telah disertifikasi terdapat di bagian pengambilan bagasi.
Kereta Bandara
Rencana pembangunan jalur kereta menuju Bandara Internasional Juanda disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada tahun 2019. Wacana ini mendapatkan tanggapan dari Wali kota Surabaya Tri Rismaharini yang mempertanyakan berapa persen dan berapa menit kereta api tersebut dapat menghemat waktu untuk sampai bandara, mengingat saat ini akses menuju Bandara Internasional Juanda cukup memadai.[94] Hingga saat ini, pembangunan kereta bandara belum terealisasi.
Jarak Stasiun Surabaya Gubeng dengan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda adalah sekitar 18 – 22 km. Adapun stasiun kereta api terdekat dengan Bandara Internasional Juanda adalah Halte Sawotratap (9,9 km) di Kecamatan Gedangan atau Stasiun Waru (11,6 km) di Kecamatan Waru.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Basuki Rahmat. "TNI: Tak Etis Gugat Presiden soal Bandara Juanda". cnnindonesia.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-24. Diakses tanggal 2016-04-09.
- ↑ Indonesia, Bisnis (2021-10-23). "Perluasan Tahap 1 T1 Bandara Juanda Surabaya Rampung, Alur Keberangkatan Domestik Disesuaikan". BISNIS.com. Diakses tanggal 2023-07-01.
- 1 2 "Flight history for aircraft - PK-OFI". Flightradar24. Diakses tanggal 7 March 2025.
- ↑ "Batik Air to launch Bali Denpasar-Surabaya service from 13-Jun-2024". CAPA. Diakses tanggal 10 June 2024.
- ↑ "Batik Air Flight from Juanda International Airport to Ngurah Rai International Airport". Airpaz.
- ↑ "Batik Air Flight from Juanda International Airport to Halim Perdanakusuma Airport". Airpaz.
- ↑ "Batik Air Flight from Juanda International Airport to Soekarno Hatta International Airport". Airpaz.
- ↑ "Batik Air Flight from Juanda International Airport to Sultan Hasanuddin International Airport". Airpaz.
- ↑ "Batik Air Layani Penerbangan di Kobar Mulai Februari 2024". Borneo News. Diakses tanggal 2024-01-28.
- ↑ "Awal September, Batik Air Siap Layani Rute Berau-Jakarta dan Berau-Surabaya". Kaltimtoday. 12 August 2023. Diakses tanggal 22 August 2023.
- ↑ "Flight history for Batik Air Malaysia flight OD353". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ Templat:OAGWorldAug2025Ref
- ↑ "Flight history for Cathay Pacific flight CX780". flightradar24.com. Diakses tanggal 7 September 2025.
- ↑ "Flight history for China Southern Airlines flight CZ8138". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Resmi! Citilink Siap Terbang ke Berau Januari 2026, Cek Rute Surabaya-Balikpapan-Berau". beraupost.jawapos.com (dalam bahasa Indonesian). 18 December 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Syamsudin Noor International Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Hang Nadim Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Ngurah Rai International Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Halim Perdanakusuma Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Soekarno Hatta International Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Zainuddin Abdul Madjid International Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Sultan Hasanuddin International Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink buka rute penerbangan baru Surabaya dengan Palangkaraya". Antara News. 2025-12-24. Diakses tanggal 2025-12-24.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Supadio International Airport". Airpaz.
- ↑ "Citilink Flight from Juanda International Airport to Aji Pangeran Tumenggung Pranoto International Airport". Airpaz.
- ↑ "Flight history for Garuda Indonesia flight GA342". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Garuda Indonesia Flight from Juanda International Airport to Ngurah Rai International Airport". Airpaz.
- ↑ "Garuda Indonesia Flight from Juanda International Airport to Soekarno Hatta International Airport". Airpaz.
- ↑ @nhe.hkgindo (22 April 2026). "Kabar Gembira buat teman - teman" – via Instagram.
- ↑ "Direct (non-stop) flights from Surabaya to Balikpapan". www.flightsfrom.com.
- ↑ "Flight history for Indonesia AirAsia flight QZ392". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Indonesia AirAsia Flight from Juanda International Airport to Senai International Airport". Airpaz.
- ↑ "Indonesia AirAsia Flight from Juanda International Airport to Kuala Lumpur International Airport". Airpaz.
- ↑ "Flight history for Indonesia AirAsia flight QZ386". Flightradar24. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Indonesia AirAsia Flight from Juanda International Airport to Penang International Airport". Airpaz.
- ↑ "Surabaya (SUB) to Berau (BEJ) Flight Schedule". flyteam.jp.
- ↑ "Surabaya (SUB) to Tarakan (TRK) Flight Schedule". flyteam.jp.
- ↑ "Lion Air Kenalkan Satu Rute, Tiga Destinasi Unggulan: Surabaya – Ambon – Sorong". LionAir (dalam bahasa Indonesian). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Syamsudin Noor International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Hang Nadim Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Ngurah Rai International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Soekarno Hatta International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Haluoleo Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to El Tari International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Zainuddin Abdul Madjid International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Sultan Hasanuddin International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Sam Ratulangi International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Kualanamu International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Tjilik Riwut Airport". Airpaz.
- ↑ "Flight history for Lion Air flight JT856". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Mutiara SIS Al Jufrie Airport". Airpaz.
- ↑ "Flight history for Lion Air flight JT982". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Sultan Syarif Kasim Ii International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Supadio International Airport". Airpaz.
- ↑ Simangunsong, Wasti Samaria; Tashandra, Nabilla. "Lion Air Buka Lagi Rute Penerbangan Surabaya-Tarakan PP". Kompas (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 23 October 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Lion Air Flight from Juanda International Airport to Babullah Airport". Airpaz.
- 1 2 Adventy, Artha (2025-02-25). "Lion Air Buka Layanan Penerbangan Umrah dari 10 Kota". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-05-14.
- ↑ "Malaysia Airlines now flies to Surabaya from Kuala Lumpur". The Jakarta Post. 31 October 2017.
- ↑ "Gantikan Kalstar, Nam Air Buka Rute Surabaya–Pangkalan Bun". JPNN (dalam bahasa Indonesian). 31 October 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Maskapai NAM Air akan membuka rute penerbangan dari Bandara Haji Asan Sampit menuju Subaya mulai 13 September 2024". Kalteng Antara News. Diakses tanggal 2 September 2024.
- ↑ "Nam Air Surabaya-Tambolaka PP Flight". Tribun. Diakses tanggal 29 May 2025.
- ↑ May, Muhammad Yurokha (14 March 2024). "Rekomendasi Tiket Pesawat Murah Balikpapan-Surabaya, Terbang Naik Pelita Air Mulai Rp 1,3 Jutaan". Tribun Travel. Diakses tanggal 2025-05-14.
- ↑ "Pelita Air Flight from Juanda International Airport to Soekarno Hatta International Airport". Airpaz.
- ↑ "Flight history for Royal Brunei Airlines flight BI796". flightradar24.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ "Royal Brunei Airlines (RBA) Flight from Juanda International Airport to Brunei International Airport". Airpaz.
- 1 2 Sudrajat, Rahmat (21 April 2025). "Haji 2025: 5 Pesawat Airbus 330-300 Saudi Arabia Airlines akan Layani Penerbangan 97 Kloter Embarkasi Surabaya". Radar Surabaya. Diakses tanggal 2025-05-14.
- ↑ Templat:OAGWorldAug2025Ref
- ↑ Templat:OAGWorldAug2025Ref
- ↑ "Sriwijaya Air Flight from Juanda International Airport to Sultan Hasanuddin International Airport". Airpaz.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport". Airpaz.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Ngurah Rai International Airport". Airpaz.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Komodo Airport". Airpaz.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Zainuddin Abdul Madjid International Airport". Airpaz.
- ↑ "Lihat pemutaran penerbangan IU674 dari Surabaya ke Palangkaraya di Flightradar24". Flightradar24.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Tjilik Riwut Airport". Airpaz.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Supadio International Airport". Airpaz.
- ↑ "Super Air Jet Flight from Juanda International Airport to Aji Pangeran Tumenggung Pranoto International Airport". Airpaz.
- ↑ Suryaningtyas, Fasrinisyah (21 August 2024). "Jadwal dan Harga Tiket Pesawat Surabaya-Bawean Agustus 2024". IDN Times. Diakses tanggal 2025-04-04.
- ↑ "Wings Air Buka Rute Surabaya–Banyuwangi". travel.kompas. Diakses tanggal 8 September 2025.
- ↑ Permani, Anggi Widya (6 May 2026). "Mulai 1 Juni, Wings Air Layani Penerbangan Surabaya–Jember". Radio Republik Indonesia.
- ↑ "Rute Penerbangan Baru Resmi Hadir Di Kalteng". Instagram. Diakses tanggal 2026-02-23.
- ↑ "Wings Air Terbangi Lagi Rute Surabaya ke Jogja dan Semarang". travel.detik.com. Diakses tanggal 26 August 2025.
- ↑ "XIAMEN AIRLINES ADDS FUZHOU – SURABAYA FROM LATE-OCT 2025". aeroroutes.com. Diakses tanggal 18 September 2025.
- ↑ Suparno (29 October 2025). "Bandara Juanda Buka Rute Internasional Baru Surabaya-Fuzhou". detik.com.
- ↑ "Laporan Tahunan dan Keberlanjutan PT Angkasa Pura I". ap1.co.id. Diakses tanggal 2023-07-01.
- ↑ "Tiket Masih Terasa Mahal, Jumlah Pemudik di Bandara Juanda Tahun 2019 Turun". Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Diakses tanggal 2023-07-01.
- ↑ "Wow, Beginilah Sibuknya Bandara Juanda Sepanjang 2016 Lalu. Bagaimana 2017?". Surya.co.id. Diakses tanggal 2023-07-01.
- ↑ Suparno. "Tahun 2019, Bandara Juanda Layani 16,6 Juta Penumpang". detiknews. Diakses tanggal 2023-07-01.
- ↑ "Juanda International Airport | Surabaya". juanda-airport.com. Diakses tanggal 2023-07-01.
- ↑ "Bandara Juanda Layani 14 Juta Penumpang Sepanjang 2023, Meningkat 30 Persen dari 2022". Diakses tanggal 2024-03-11.
- ↑ "Urai Kemacetan di Pintu Keluar Bandara Juanda, Flyover Aloha akan Segera Dibangun". www.tvonenews.com. 2022-01-19. Diakses tanggal 2023-07-01.
- ↑ Utomo, Deny Prastyo. "Risma Tanggapi Rencana Menhub Bangun Kereta Bandara di Surabaya". detiknews. Diakses tanggal 2023-07-01.
Pranala luar
- (Indonesia) (Inggris) Situs resmi Bandar Udara Internasional Juanda
- (Indonesia) Spesifikasi Bandara Juanda[pranala nonaktif permanen]
- (Indonesia) "Desain Bandara Juanda Mirip Changi meninggalkan Kesan Terminal Bus"[pranala nonaktif permanen]
| Sumatra |
| ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Jawa |
| ||||
| Nusa Tenggara |
| ||||
| Kalimantan |
| ||||
| Sulawesi |
| ||||
| Maluku dan Papua |
| ||||
| |||||
Bandar udara di pulau Jawa | |
|---|---|
| Provinsi DKI Jakarta | |
| Provinsi Jawa Barat | |
| Provinsi Jawa Tengah | |
| Daerah Istimewa Yogyakarta | |
| Provinsi Jawa Timur | |
| Provinsi Banten | |
Lihat juga: Daftar bandar udara di Indonesia *):Bandara Internasional | |
Bandar udara di Indonesia yang memiliki garbarata | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| InJourney |
| ||||
| Kementerian Perhubungan | |||||
Transportasi umum di Surabaya | |||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
Moda transportasi umum Angguna • Angkutan kota (bemo) • Angkutan pedesaan (perbatasan) • Taksi • MPU Antarkota • Bus kota • Kereta api komuter • Kereta api lokal • Suroboyo Bus • Trans Semanggi Suroboyo • Wirawiri Suroboyo • Trans Jatim • Bus antarkota • Kapal feri • Pesawat terbang | |||||||||||||||||||||||||||