Sejarah
Bandara Trunojoyo sendiri dibangun besar pada era pemerintahan Bupati Soemaroem yang memerintah di Sumenep pada tahun 1970-an. Namun, perjalanan pengembangan bandara ini mengalami pasang surut. Bandara Trunojoyo mengalami era keemasan pada awal-awal pembangunannya (Gedung Highway Airport Trunojoyo) diawali dengan penerbangan secara langsung jemaah haji Sumenep ke Mekkah tanpa melalui perjalanan darat yang menempuh waktu kurang lebih sepuluh jam.
Pada tahun 2010, Bandara ini resmi dioperasikan dan digunakan oleh Merpati Nusantara Airlines untuk sekolah penerbangan.
Pada tahun 2011, untuk menjadikan bandara ini menjadi lebih nyaman dan bisa didarati oleh pesawat yang berukuran lebih besar, pemerintah daerah setempat membebaskan lahan untuk perpanjangan landas pacu bandara yang sebelumnya 905 m menjadi 1.600 meter. Pada tahun 2011, juga sempat direncanakan adanya perubahan nama Bandar Udara Trunojoyo menjadi Bandar Udara Sultan Abdurrahman. Alasannya tak lain karena adanya ikatan psikologis masyarakat Sumenep dengan rajanya terdahulu, selain untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa Sumenep pada waktu dulu dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya.
Pada tahun 2012, sudah tercatat ada dua Sekolah penerbangan yang memanfaatkan bandara ini, yaitu Sekolah Penerbangan Merpati Nusantara Airlines dan Sekolah Penerbangan PT Wing Umar Sadewa.
Pada tahun 2015 dimulai penerbangan perintis perdana PT Susi Pudjiastuti (Susi Air) rute Sumenep-Surabaya dan Sumenep-Jember dengan Pesawat Cessna Grand Caravan kapasitas 6 penumpang. Pada tahun 2016 operator penerbangan perintis adalah PT Airfast Indonesia rute Sumenep-Surabaya setiap hari Selasa dan Kamis pukul 08.00 WIB dengan pesawat Twin Otter kapasitas 13 penumpang.
Hingga Bulan Juni 2016 Bandara Trunojoyo yang dikelola Kementerian Perhubungan dengan kepanjangan tangannya yaitu Kantor UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Kelas III Trunojoyo - Sumenep melayani penerbangan perintis PT Airfast Indonesia dan 3 sekolah penerbangan, yaitu Merpati Pilot School, Trans Asia Pacific Aviation Training, dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi atau Loka Banyuwangi.
Pada tanggal 27 september 2017 telah dibuka penerbangan komersial perdana maskapai Wings Air, melayani rute Sumenep-Surabaya PP yang dilakukan pada siang hari dengan menggunakan pesawat type terbaru ATR 72-500 dan ATR 72-600 dengan kapasitas maksimal 72 penumpang, penerbangan dilakukan sekali setiap hari. untuk penerbangan domestik ke seluruh Indonesia bisa dilayani dari bandara ini dengan layanan transit di bandara juanda surabaya.